Monday, 21 Jun 2021
Temukan Kami di :
Opini

IKN DAN BATU PERTAMA

Indah Pratiwi - 18/05/2021 11:37 Oleh: Iyyas Subiakto

Sejak digaungkan Jokowi rencana IKN di Kaltim, banyak polemik, pro kontra, dan bermacam kepentingan termasuk komen murahan.

Tujuan di pindahkannya IKN ke Kaltim pasti penuh pertimbangan, blm lagi kalau dilihat sejarah ternyata Soekarno sudah merencanakan sejak awal bhw Kalimantan adalah tempat strategis utk IKN. Baik dari sudut geografis, keamanan dan pemerataan area pembangunan.

Belanda juga sudah menetapkan rencananya bhw Kalimantan adalah daerah industri, sementara pulau Jawa adalah daerah pertanian karena pertimbangan kesuburan tanah.

Masuknya Soeharto sebagai penguasa merusak semua rencana dasar pembangunan Indonesia yg berjangka panjang. Jawa di jadikan daerah industri, sampai akhirnya tanah pertanian menjadi minim, yg subur malah pertumbuhan populasi mencapai 60% dari penduduk Indonesia tinggal di Jawa, kondisi ini menjadikan ketimpangan secara menyeluruh, bukan saja ekonomi, bahkan imbas kepada budaya dan agama menjadi tak seimbang.

Kalimantan saat ini hanya dihuni 6% penduduk Indonesia, sementara sumber daya alamnya di habisi orang dari Jawa tanpa membangun Kalimantan. Hutan di habisi, minyak dan gas di kuras, Kalimantan tinggal ampas.

Hadirnya Jokowi dan memutuskan IKN di Kalimantan adalah keputusan jitu penuh perhitungan. Dan hal ini harus segera dilakukan, kalau sampai tertunda di khawatirkan bisa di gagalkan oleh kepentingan yg masih ingin Jakarta tetap jadi ibu kota negara, padahal rusaknya sudah merata.

Kemarin sudah ada isu letak istana negara lengkap dgn kordinatnya, design awal disiapkan Nyoman Nuwarta, seperti biasa protes dimana mana, ininya tak susuai, itunya kurang, anunya kebanyakan, dst. Semua bukan soal prinsip, tapi lebih kepada kepentingan, akhirnya konon design akan di revisi berkolaborasi antara arsitek dan gambar.

Peletakan batu pertama sudah santer mau dilakukan, 3 menteri sudah tabur tanah dilokasi, kemudian reda lagi. Masyarakat Kaltim yg sudah gembira harus sabar lagi karena harus menunggu lagi.

Isu IKN harusnya bisa dipisah antara pembangunan istana presiden dan pembangunan gedung pemerintahan. Idealnya mana duluan tidak ada panduan, semua normatif, semua relatif, karena zaman Soekarno ada beberapa istana presiden di bangun. Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Tampak Siring. Dan tidak ada kaitannya dgn Ibu Kota.

Sehingga seharusnya peletakan batu pertama adalah pertanda dimulainya pembangunan IKN, bukan istana negara. Karena IKN bukan didalam istana, tapi istana ada di dalam IKN.

Semoga pasca lebaran masyarakat Kaltim khususnya dan Indonesia umumnya mendapat kepastian apakah Jokowi seperti kerja lainnya begitu ada ground breaking dia pasti tuntaskan, bukan seperti kebanyakan sebelumnya, banyak ground breaking, tapi tak ada ujudnya.

Kita tunggu janji Jokowi, jgn takut tak terlaksana karena Jokowi adalah tipe manusia kalau bicara harus menjadi nyata, bukan katanya. Jadi jgn takut katanya mau di bangun, insyaallah dibangun. Dan segera terlaksana.




Berita Lainnya

Inikah Penyebab ICW Ribut Pada KPK?

21/06/2021 17:09 - Indah Pratiwi

Masyarakat Anti Fakta Covid-19

19/06/2021 17:30 - Indah Pratiwi

Sembako dan Pendidikan yang Dipajaki

19/06/2021 16:30 - Indah Pratiwi

Erik Tohir, Jagoan Milenial 2024

18/06/2021 18:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA