Monday, 21 Jun 2021
Temukan Kami di :
Opini

Negeri Ini Bukan Milik Si Miskin

Indah Pratiwi - 18/05/2021 10:50

FOKUS : Poso

Empat orang saudara kita kembali meninggal dunia. Paling tidak dua diantaranya terkabar dalam kondisi tergorok. Membayangkan bagaimana saudara, anak dan orang tua korban menyaksikan kondisi jasad tersebut, siapa dapat bertahan?

Kepala terpisah dengan badannya adalah bentuk brutal akan sebuah puncak kesadisan. Bukan manusia mampu melakukan itu. Mereka para pengecut itu pantas mati 10 kali.

Empat saudara kita tersebut hanya petani dan maka tak penting. Berbeda ketika korban tertembak adalah pejabat, status terories langsung disematkan pada mereka yang membunuh dan puluhan pasukan diterjunkan demi mengejarnya.

Sampai dapat!! Kita pun bersorak karena itu pantas.

Kita tak berduka apalagi protes pada negara atas 4 petani miskin tak penting itu. Kita juga tak mengerti untuk apa mereka mati apalagi karena apa?. Kita tak peduli.

Pada saat yang sama, khusuk kita berdoa hingga jidat tertumbuk pada jalan penuh kerikil dan teriak histeris kita lantunkan bagi mereka yang jauh di seberang sana. Mereka diganggu doanya oleh zionis.

KITA NGAMUK, NEGARA PUN TAK MAU KALAH..!!

Ketika pada petani di Poso itu, tak ada ucapan maaf dari negara terdengar. Sedikit pun tak ada rasa bersalah tak mampu melindungi warga negaranya.

Padahal, bukankah belum lama ini ada yang omong bahwa hukum tertinggi ada pada keselamatan rakyat kan?

Ya..khusus bagi rakyat yang punya ruang dan gema ketika ngamuk.

Petani miskin itu? Sekali lagi, mereka bukan siapa-siapa. Mereka hanya inisial, MS (52), SS (61), P, dan L.
.
.
RAHAYU
.
Karto Bugel




Berita Lainnya

Inikah Penyebab ICW Ribut Pada KPK?

21/06/2021 17:09 - Indah Pratiwi

Masyarakat Anti Fakta Covid-19

19/06/2021 17:30 - Indah Pratiwi

Sembako dan Pendidikan yang Dipajaki

19/06/2021 16:30 - Indah Pratiwi

Erik Tohir, Jagoan Milenial 2024

18/06/2021 18:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA