Tuesday, 21 Sep 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Pemimpin Hamas yang Menikmati Kehidupan Mewah dari Konflik Timur

Indah Pratiwi - 15/05/2021 12:05 Oleh : Tisha Suhendri

Hampir semua orang Indonesia pasti kenal HAMAS, tapi ane yakin cuman sedikit orang Indonesia yg tahu tentang pemimpin HAMAS.Banyak orang Indonesia mungkin berfikir pemimpin HAMAS itu berjuang bersama2 rakyat gaza dengan heroik menghadapi agressi militer Israel. Sayangnya pemikiran itu salah besar pemimpin HAMAS seperti Khaled Mashal itu tidak tinggal di gaza, tapi justru tinggal di Qatar.

Dan kehidupan Khaled Mashal di Qatar ini sendiri bisa di bilang mewah sekali, jauh berbeda dari gambaran kehidupan rakyat palestina yg di gambarkan menderita karena di jajah Israel seperti propaganda HAMAS umumnya.Bahkan berbagai sumber mengatakan kekayaan Khaled Mashal sendiri mencapai 2,6 milyar dollar atau sekitar 36 Triliun rupiah. Itu sebabnya Khaled Mashal sendiri bisa hidup mewah lengkap dengan rumah besar di Qatar serta bisa berpergian ke berbagai negara dengan menggunakan pesawat jet pribadi sendiri dan memiliki banyak pengawal.

Bahkan ironisnya negara yg paling jarang di kunjungi Khaled Mashal justru Palestina sendiri terutama daerah jalur Gaza. Untuk masalah jarangnya pemimpin HAMAS ini mengunjungi gaza karena beralasan takut di bunuh agen intelejen israel Mossad.Hal ini ada benarnya tapi nantinya di batalkan Israel : rencana ini bermula pada tahun 1997 lalu saat Khaled Mashal memang mau di bunuh Mossad sebagai tindakan balas dendam karena Khaled Mashal mendalangi peristiwa pengeboman pasar Mahane Yehuda di Israel yg mengakibatkan banyak warga Israel menjadi korban.

Bahkan aksi rencana pembunuhan kepada Khaled Mashal oleh agen2 Mossad ini hampir berhasil karena para agen ini sukses menyuntikan racun mematikan kedalam tubuh Khaled Mashal saat dia masih tinggal di Yordania.Tapi nantinya karena tekanan Raja Husein dari Yordania ditambah tekanan oleh presiden Amerika Bill Clinton yg memaksa perdana mentri Israel Benjamin netanyahu untuk memberikan obat penawar racun kepada Khaled Mashal agar perjanjian damai antara Israel dan Palestina tidak berantakan.(karena dengan terbunuhnya salah satu tokoh HAMAS yg merupakan 1 dari 2 kekuatan terbesar di Palestina selaian FATAH (PLO) pasti akan membuat berantakan perjanjian damai antara Israel dan Palestina. Dan kebetukan juga saat itu Yordania menjadi negara penengah konflik Palestina vs Israel, itu sebabnya Khaled Mashal bisa tinggal di Yordania dan di lindungi raja Yordania).

Akhirnya kepala Mossad saat itu Danny Yatom terpaksa terbang langsung ke rumah sakit King Hussein Medical Center untuk menyerahkan obat penawar racun bagi Khaled Mashal ini. Dan akhirnya Khaled Mashal selamat dari upaya pembunuhan Mossad ini dan rencana pembunuhan kepada Khaled Mashal di hentikan Israel karena bisa merusak hubungan diplomatik dengan Yordania dan Amerika Serikat.Tapi nantinya walaupun udah di tolong oleh Raja Husein dari Yordania dan presiden Amerika Bill Clinton, Khaled Mashal justru melanggar perjanjian agar tidak menggalang kekuatan dan melakukan serangan ke Israel dari Yordania.

Hal ini membuat murka Raja Husein dan mengusir Khaled Mashal dari Yordania sekalian. Nantinya Khaled Mashal berpindah ke Qatar dan menjalin hubungan dengan koalisi bulan sabit Syiah Iran dan Qatar, karena HAMAS dan Khaled Mashal udah di blacklist oleh sebagian besar negara2 liga Arab yg Suni seperti Yordania, Mesir, sampai Saudi Arabia karena sering bikin ulah.Tapi dari kedekatan Khaled Mashal dengan Iran inilah yg membuat HAMAS semakin kuat karena di dukung oleh roket, uang, serta jaringan militan yg di danai Iran. Itu sebabnya Hamas selalu sohib dengan Hizbullah di Libanon karena sama2 di danai dan dilatih oleh Iran dan Qatar. Tapi selain medapat dana dari Iran Khaled Mashal bersama HAMAS juga menggalang dana dari donasi2 negara2 Islam lainnya dengan menyebarkan propaganda kekejaman militer Israel, walaupun tindakan Israel itu sering kali di picu oleh serangan roket HAMAS duluan ke kota2 Israel.

Israel seperti negara lainnya pasti akan membalas semua serangan dari negara lainnya yg menarget penduduknya karena klo tidak dibalas tentunya akan di protes warganya sendiri.Nah dari sini lah di mulainya lingkaran : Hamas serang israel → dibales israel → warga sipil gaza meninggal → propaganda di bikin → donasi dari negara lain masuk → beli roket Iran dan sebagian uangnya masuk kantong HAMAS dan pemimpin2nya → ulangi lagi serang israel.Tapi nantinya lingkaran ini mau diputus oleh Arab Saudi dengan mengultimatum Qatar agar menghentikan dukungan kepada para kelompok2 extrimis Suni seperti HAMAS dan TALIBAN (bagi yg gak tahu para pemimpin HAMAS dan TALIBAN itu sebagian besar tinggal di Qatar bukan di Gaza maupun di Afganistan) tapi hal ini di tolak mentah2 oleh Qatar yg membuat ketegangan politik antara Arab Saudi tahun 2017 sampai hari ini.

Qatar sendiri sebenarnya negara yg berpijak pada 2 kaki yaitu walaupun anggota liga arab tapi Qatar sendiri dekat dengan Iran karena walaupun mayoritas penduduk Qatar adalah islam suni, tapi para penguasa dan orang2 kayanya (para sheik) adalah kalangan islam syiah. Bahkan dari hubungan aneh suni dan syiah di qatar ini juga mempengaruhi HAMAS yaitu saat liga Arab yg mayoritas negara2 Islam suni mengumumkan kelompok syiah Hizbullah di Libanon sebagai kelompok teroris, penentang terbesarnya adalah HAMAS yg merupakan kelompok extrimis suni.Nah dari kerumitan politik timur tengah inilah Khaled Mashal mendapatkan keuntungan besar dan bisa hidup enak di Qatar. Serta mendapatkan cuan dari Iran sekaligus dari negara2 Islam lainnya seperti Indonesia yg penduduknya banyak gak ngerti kerumitan politik timur tengah tapi dengan lugunya selalu berdonasi dan membela mati2an HAMAS atas nama perjuangan palestina melawan penjajahan Israel

Sumber : Status Facebook Tisha Suhendri




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA