Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

ART Dianiaya-Disetrika, Disuruh Makan Kotoran Kucing di Surabaya Alami Trauma Berat

Ibu ini kan mengalami trauma cukup berat. Alami tekanan mental luar biasa. Setelah teman-teman ditugasi di liponsos, dikorek, ternyata ibu ini mengalami suatu penyiksaan dari tuan rumah

Aisyah Isyana - 10/05/2021 05:16

Beritacenter.COM - Nahas, nasib asisten rumah tangga (ART) berinisial EAS (45) di Surabaya, Jawa Timur. Dia jadi korban penyiksaan oleh majikannya. Parahnya, korban pernah mengalami siksaan mulai dari di setrika, hingga disuruh makan kotoran kucing.

Tak cukup sampai disitu, korban juga menyebut majikannya memasukkannya ke Liposos Keputih, dengan laporan gangguan jiwa. Saat ini, korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk mendapat oenanganan medis lebih lanjut.

Mendapat laporan terkait penyiksaan yang menimpa korban, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyempatkan diri untuk menjenguk EAS. Dia menyebut EAS mengalami trauma yang cukup berat, atas apa yang telah menimpanya. 

"Ibu ini kan mengalami trauma cukup berat. Alami tekanan mental luar biasa. Setelah teman-teman ditugasi di liponsos, dikorek, ternyata ibu ini mengalami suatu penyiksaan dari tuan rumah. Pada saat teman teman ke Manyar, rumahnya tertutup," kata Armuji kepada wartawan di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (9/5/2021).

Sementara itu, personel PPA Polrestabes Surabaya telah membawa dan mengamankan anak EAS, untuk kemudian dititipkan ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Jatim di Sidoarjo.

"Anaknya pun sudah diamankan oleh Polrestabes. Anaknya kan ditahan waktu itu sama tuan rumahnya. Sekarang sudah diamankan di polrestabes. Alhamdulillah," ujar Armuji.

Armuji menyebut pihak rumah sakit tengah berupaya untuk memulihkan kondisi EAS agar sehat kembali. Dia menyebut pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada EAS dan anaknya guna memulihkan mental mereka. Penkot Surabaya juga memastikan akan mengawal kasus hukum atas apa yang telah menimpa EAS.

"Yang penting ART ini dikembalikan pulih, sehat. Sore ini tes PCR. Setelah itu rawat berkelanjutan. Kami dari pemkot akan memfasilitasi untuk bisa berkoordinasi dengan Polrestabes. Penanganan ini ditangani secara serius. Karena ini kan, menurut pihak ART ini penganiayaan," ungkap Armuji.

"Secara psikoligis pihak pemkot nanti beri pendampingan kuatkan mental mereka setelah sehat untuk bisa berkumpul dengan keluarganya lagi," sambungnya.

Sekedar diketahui, Armuji sebelumnya menyebut pihaknya mendapat laporan warga terkat adanya seorang ART yang diduga disiksa majikannya di Keputihan, Surabaya.

"Saya tahu lebih awal dilapori warga saya yang di keputih. Saya telepon camat pada saat itu, memang ada penganiayaan ART yang ada di daerah Manyar. Pak Ahmad sama Pak Anas melihat di liponsos. Akhirnya bener ada kejadian seperti itu. Tak suruh ngawal terus supaya mendapat kepastian warga ART bisa diamankan, bisa terlindungi, dan bebas dari ancaman. Setelah itu pada Sabtu, dibawa ke RS Bhayangkara masuk ruang isolasi akhirnya dirawat di sini," jelas Armuji.

"Makanya saya datang ke sini memastikan supaya warga tersebut dapat pelayanan yang benar benar maksimal dari rumah sakit dan menjaga keamanan. Yang penting keamanan dari si ART bener bener aman. Benar-benar mereka bisa dirawat maksimal sehat kembali," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA