Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Kejar-kejaran Kecepatan Tinggi, 2 Kapal Ilegal Fishing Vietnam Dilumpuhkan KKP di Natuna Utara

Aisyah Isyana - 07/05/2021 21:30

Beritacenter.COM - Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berhasil mengamankan 2 kapal berbendera Vietnam yang kedapatan tengah berburu teripang di Laut Natuna Utara. Proses penangkapan sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dengan kecepatan tinggi.

"Kami mengonfirmasi penangkapan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan KKP terhadap 2 kapal ikan asing ilegal asal Vietnam di Laut Natuna Utara pada Kamis (6/5)," terang Sekretaris Jenderal KKP yang juga merangkap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Antam Novambar dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Antam menyebut gelar operasi yang dilakukan Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada menggunakan Kapal Pengawas Hiu Macan 01 dengan Nakhoda Samson, mendeteksi keberadaan 2 kapal ikan asing ilegal yaitu TG 92536 TS dan TV 93020 TS. Meski sempat kabur dengan kecepatan tinggi, kedua kapal itu berhasil dilumpuhkan.

"Sempat adu kecepatan terjadi, namun berhasil dilumpuhkan," ujar Antam.

Kedepannya, Antam memastikan kedua kapal ikan asing ilegal itu diproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dia memastikan tak akan berkompromi dengan para pencuri ikan dan perusak sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia.

"Kedua kapal beserta 10 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam di ad hoc ke Stasiun PSDKP Pontianak untuk proses hukum lebih lanjut," tegas Antam.

Dikatakan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono, kedua kapal berbendera Vietnam itu menggunakan alat penangkapan ikan trawl yang spesifik mengincar spesies teripang atau mentimun laut.

Menurutnya. penggunaan alat tangkap itu tergolong modus operandi baru yang tak pernah ditemui sebelumnya. Dengan begitu, terlihat niat kapal asing ini benar-benar mengicae sumber daya perikanan di laut Natuna Utara.

"Kemarin mengincar cumi dan sekarang yang diincar teripang, dan alat digunakan adalah trawl," jelas Ipunk.

Ipunk memastikan jajarannya di lapangan tak akan kendor memerangi pelaku ilegal fishing. Dia menyebut Kapal Pengawas Perikanan KKP akan tetap hadir untuk menjaga kedaulatan pengelolaan perikanan di WPPNRI.

"Saat bulan Ramadhan pun, Kapal Pengawas Perikanan KKP tetap berpatroli seperti biasa dan mengamankan setiap jengkal sumber daya perikanan kita," kata Ipunk.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA