Sunday, 20 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Penerapan Larangan Mudik, Polisi Halau 23 Ribu Kendaraan dan Tindak 75 Travel Gelap

Aisyah Isyana - 07/05/2021 17:45

Beritacenter.COM - Polisi telah memutar balikkan sebanyak 23 ribu kendaraan, pasca penerapan larangan mudik Lebaran 2021 sejak 6 Mei kemarin. Tak hanya itu, polisi juga menindak puluhan kendaraan travel gelap yang nekat beroperasi mengangkut pemudik.

Dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pihaknya berhasil menekan jumlah kendaraan dari Jakarta yang keluar menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Menurutnya, jumlah kendaraan menurun 53 persen jika dibanding hari biasanya.

Baca juga :

"Di gerbang Tol Cikampek Utama hanya 8.732 kendaraan, situasi normal jumlahnya 19.338 kendaraan. Adanya penyekatan turun 53 persen," ujar Argo melalui keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Tak hanya itu, kendaraan yang mengarah ke Jawa Barat melalui gerbang tol Kalihurip Utama terpantau hanya sebanyak 10.629. Jumlah ini terpantau menurun 46 persen dari situasi normal yang mencapai 19.827 kendaraan per harinya.

Penurunan tak hanya terjadi terhadap kendaraan yang mengarah ke Jawa, namun juga ke kensaraan yang menuju ke Pulau Sumatera. Terpantau turun 19 persen dari hari biasanya, hanya ada 12.044 kendaraan yang keluar dari gerbang tol Cikupa yang mengarah ke Merak untuk menyeberang ke Sumatera.

"Normalnya 14.853 kendaraan, turun 19 persen," tuturnya.

Polisi juga terus melakukan razia penyekatan larangan mudik. Untuk penerapan larangan mudik hari pertama saja polisi telah memutarbalikkan 12.267 pengendara mobil, 7.352 motor, 2.148 mobil berpenumpang, dan 1.768 kendaraan barang.

Adapun jumlah total di hari pertama penyekatan ada 23.573 kendaraan yang dihalau polisi. Argo juga mengungkapkan penindakan terhadap 75 travel gelap dalam penyekatan tersebut.

"Penindakan pelanggaran travel gelap sebanyak 75 unit," tutup Argo.

Sebagaimana diketahui, pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021. Guna menghalau para pemudik, Polri menyiapkan 381 titik pos penyekatan yang tersebar dari Sumatera Selatan hingga Bali.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA