Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Pemkot Bogor Perkuat RW Siaga Corona, Pasca Larangan Mudik Jabodetabek

Aisyah Isyana - 07/05/2021 15:55

Beritacenter.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memperkuat RW Siaga Corona, menyusul larangan mudik lokal di wilyah agoomerasi, dengan catatan kegiatan non-mudik tetap diizinkan.

"Kita realistis, ya. Realistisnya begini, bisa jadi banyak sekali celah yang dimungkinkan diterobos masyarakat. Mau pakai genap-ganjil kek, mau pakai larangan mudik kek, mau larangan pulang kampung, segala macam, pasti aja ada jalan. Nah, yang kita perkuat ada RW Siaga Corona yang dibantu polisi RW kalau di Bogor," ujar Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Jumat (7/5/2021).

Nantinya, jelas Didie, petugas polisi RW dan RW Siaga Corona akan memonitor masing-masing wilayah mereka. Jika didapati ada warga dari luar Kota Bogor yang nekat mudik, makanl akan diberikan peringatan.

"Nanti, polisi RW dan RW siaga Corona memonitor, ada nggak kira-kira pergerakan masyarakat yang datang dari luar daerah. Kan artinya sekarang tidak aglomerasi saja, semua kan, semua harus dimonitor. Jadi ternyata ada pergerakan atau mobilitas yang kira-kira berpotensi membahayakan, harus dilakukan semacam pemberian peringatan. Bahkan kalau kita sih minta apabila ada yang memaksa mudik atau lolos dari penyekatan, kita minta mereka melakukan karantina mandiri minimal 5 hari," jelasnya.

Tak hanya itu, sistem ganjil-genap juga diberlakukan di Kota Bogor, guna membatasi mobilitas warga. Didie mengimbau agar masyarakat menunda dulu berpergian untuk mengunjungi keluarga atau ke tempat wisata.

Dia mengatakan, masyarakat yang tidak berkepentingan sudah pasti akan diminta untuk meninggalkan Bogor. Sementara untuk masyarakat yang bekerja, diperbolehkan untuk keluar-masuk Bogor dengan membawa bukti surat tugas tempatnya bekerja.

"Ya saya sih mengartikannya (pelarangan mudik aglomerasi) sedapat mungkin dapat mengurangi aktivitas, mobilitas masyarakat (baik yang ingin ke tempat keluarganya atau berwisata), gitu aja. Jadi kalau bisa nggak usah, jangan dulu, daripada nanti, kita nggak tahu di jalan. Misalnya sudah jauh-jauh dari Bekasi ke Bogor, balik lagi. Mendingan nggak usah aja. Kalau yang mau keluar kita sudah tahu ada pelarangan, risiko ditanggung lah. Risikonya ditolak, suruh balik lagi. Ya sama orang luar mau masuk ke Bogor jangan kecewa, misalnya diputar balik atau harus kemudian ditolak dan sebagainya," ucap Dedie.

Sekedar diketahui, pemerintah sebelumnya telah mengumumkan larangan mudik lokal di kawasan aglomerasi. Namun, kegiatan non-mudik di kawasan itu tetap beroperasi tanpa penyekatan.

"Namun kegiatan selain mudik di suatu wilayah kabupaten/kota atau aglomerasi, khususnya di sektor-sektor esensial, akan tetap beroperasi tanpa penyekatan apa pun, demi melancarkan kegiatan sosial-ekonomi daerah," ujar juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers, Kamis (6/5).

"Tujuannya mencegah secara maksimal terjadinya interaksi fisik yang menjadi cara virus bertransmisi dari satu orang ke orang lainnya," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA