Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
News

Tak Hanya GeNose, Polri Minta Tes Antigen Juga Dilakukan ke Pemudik Dikecualikan

Aisyah Isyana - 04/05/2021 22:28

Beritacenter.COM - Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar) Kementerian Perhubungan Budi Setyadi menyebut tes COVID-19 GeNose dilakukan kepada sejumah pemudik yang dikecualikan dengan kuota terbatas. Setelah mendapati banyaknya pemudik yang dikecualikan, Korlantas Polri mengusulkan agar tes rapid antigen juga diberlakukan terhadap pemudik yang dikecualikan.

"Yang berikutnya terkait menyangkut masalah untuk yang GeNose, itu tidak menjadi kewajiban karena kami setiap hari di sini hanya memberikan sampel beberapa orang saja. Namun demikian, tadi atas usul dari Pak Kakorlantas, jadi kita mulai besok kita gunakan rapid antigen karena banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan pada hari ini dengan besok. Kita akan tambah lagi," ujar Budi dalam keterangan tertulis Korlantas Polri, Selasa (4/5/2021).

Budi juga mengingatkan, agar orang hendak pergi ke luar daerah harus sudah memiliki izin khusus semua. Jika didapati adanya yang tak memiliki izin, orang itu tidak diperbolehkan pergi.

"Mulai tanggal 6 (Mei), kita ada check point di terminal. Jadi setiap orang ke ruang tunggu, itu sudah ditentukan bahwa yang bersangkutan sudah memenuhi persyaratan terutama syarat administrasi. Kalau tidak membawa harus balik dulu mengumpulkan persyaratan itu," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021, yang dimulai pada 6-17 Mei 2021. Dengan adanya pelarangan itu, hanya orang orang tertentu yang dibolehkan mudik, mulai dari mereka yang berdinas hingga orang dalam keadaan terdesak.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono juga turut melakukan pengecekan terhadap kegaiatan mudik yang dikecualikan,bersama Dirjen Hubdar Budi Setyadi di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.

"Hari ini saya bersama Pak Dirjen Perhubungan Darat dan jajarannya melihat pelaksanaan operasional di Pulogebang. Bagaimana runtutan persyaratan kaitannya orang perjalanan non mudik dengan izin khusus kita lihat," ujar Istiono.

"Dari rangkaian pelaksanaan, tadi kita sudah lihat bagaimana penumpang harus dipersyaratkan. Ada izin dari pimpinan atau desa, kelurahan, dan seterusnya karena ada kepentingan khusus dan surat kesehatan," sambungnya.

Tak hanya itu, Istiono menyebut tes COVID-19 secara acak juga dilakukan dilokasi. Menurutnya, pelaksanaan mudik dikecualikan di Terminal Pulogebang ini telah berjalan sesuai aturan.

"Di sini juga dilakukan random tes kaitannya dengan COVID-19. Semua persyaratan dicapai, kemudian mereka baru bisa melakukan aktivitas. Saya melihat pelaksanaan di sini sangat bagus, sangat baik, hingga kita bisa pastikan untuk di jajaran nanti tidak ambigu. Bahwa pelaksanaan benar-benar harus dilaksanakan seperti apa yang telah dilaksanakan di tingkat seperti sekarang ini," jelas Istiono.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA