Monday, 10 May 2021
Temukan Kami di :
Opini

DRAMA PASAR TANAH ABANG

Indah Pratiwi - 04/05/2021 19:00

Buzzer anti pemerintah itu luar biasa kreatif plus edan-edanan kalau bikin fitnah. Segala bunyi-bunyian dengan target yang penting memberi suara miring mereka lakukan. Tak penting itu benar atau salah. Targetnya cuma brisik.

Peristiwa belanja baju lebaran yang terjadi di Tanah Abang dianggap mengabaikan protokol kesehatan. Siapa patut dikritik, paling masuk akal adalah Gubernurnya. Dia pemilik ruang hukum sekaligus ruang publik tersebut.

Seharusnya peristiwa ini tak mesti dibuat belok pada ranah macam-macam. Ini soal kebijakan daerah terkait prokes. Bukan selalu harus lari pada ranah politik.

Ini dihubungkan dengan larangan mudik oleh pemerintah (padahal maksud pemerintah adalah agar peristiwa di India dapat dihindari) dan maka kerumunan di Tanah Abang menjadi antiklimaks sekaligus larangan mudik yang tampak sia-sia.

Tiba-tiba narasi bahwa Jokowi yang melarang mudik diungkit. Tiba-tiba Menteri Keuangan dianggap sebagai pihak yang harus paling bertanggung jawab. Itu terkait dengan arahan dan kebijakan Menkeu mengajak masyarakat untuk berbelanja.

Narasi peristiwa kerumununan di Tanah Abang adalah cermin dari kebijakan salah pemerintah yang mengajak rakyatnya berbelanja mereka gaungkan. Dan Anis... dipersepsikan sebagai pihak terdzolimi.

Luar biasa pintar sekaligus julid manusia di sekeliling Gubernur itu...

Padahal, terhadap masyarakat yang terkena imbas tak boleh keluar namun punya uang di hari lebaran ini, pemerintah hadir dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk meringankan para pembeli namun sekaligus memberi penghasilan pada para pekerja ojol.

HARBOLNAS, atau hari belanja online nasional diinisiasi. Agar kebijakan itu berjalan baik, pemerintah melalui Menkeu mengeluarkan anggaran 500 miliar sebagai subsidi ongkos kirim. Masyarakat mendapat subsidi dalam bentuk keringanan ongkos kirim pada pesanan mereka saat berbelanja online.

Tak perlu keluar, tak perlu harus berdesakan dan namun belanjaan tetap sampai di depan pintu rumah anda dengan bonus biaya lebih murah. Itu maksud negara sebenarnya.

Peristiwa kerumunan di pasar Tanah Abang sudah terjadi. Ada tidak akibat atas kerumunan itu pada jumlah membengkak mereka yang tertular Covid bukan mustahil akan kembali kita dengar. Sebelum Gubernur kesayangan itu dipersalahkan, mereka buru-buru menuding pada pemerintah. Belanja itu diinisiasi oleh kebijakan Menkeu.
.
.
RAHAYU
.
Karto Bugel




Berita Lainnya

Niat Jahat FPI dan PA 212 Terkuak Satu Persatu

10/05/2021 08:10 - Indah Pratiwi Budi

Kisruh antara Bobby dan Edy di Sumut

08/05/2021 15:15 - Indah Pratiwi

Cerita Professor Ngambekan

08/05/2021 14:15 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA