Wednesday, 28 Jul 2021
Temukan Kami di :
Opini

Benang Merah KKB Freeport CIA FPI Munarman dan Terorisme di Tanah Air

Indah Pratiwi - 30/04/2021 09:57 Oleh : Tito Gatsu

Hari ini Kita mendapatkan berita yang cukup melegakan dengan ditangkapnya Munarman , Munarman bukanlah sosok sembarangan dia adalah seorang radikal yang cukup cerdas dan mampu melakukan manuver disegala situasi.Langkahnya taktis Punya Masa militan dan mampu membuat jaringan terorisme yang berjenjang sehingga dia ditakuti dan dibutuhkan oleh banyak politikus yang Punya kepentingan apalagi dia adalah seorang pegiat HAM Pernah memimpin Kontras dan LBHI Juga menguasai wilayah di sumatera yang meliputi wilayah Aceh hingga Sumatera Selatan.


Karena profesinya sebagai seorang pengacara dia selalu menangani daerah -daerah rawan konflik mulai Aceh, Maluku, Sulawesi hingga Irian , sebagai seorang pengacara yang selalu membela terdakwa terorisme kasus-kasus besar seperti Bom Bali , ustad Abu Bakar Ba’asyir , Poso , Ambon hingga Biak tentunya dia justru mempunyai jaringan yang luas dan kuat. Apalagi sejak bergabung dengan FPI Munarman menjadi kekuatan yang sangat ditakuti dinegri ini Karena dia menguasai FPI dan Komnas HAM.serta semua lembaga Independen yang ada di Indonesia, Munarman betul betul seperti menjadi pemilik atau Pemimpin FPI.


Bahkan kita bisa melihat pengaruh Rizieq Shihab pun jauh bila dibandingkan Munarman jadi tidak salah jika Denny Siregar menganggap Rizieq Shihab sebagai bonekanya Munarman dan Itu pula yang Kita lihat. Pada tahun 2008 Munarman bergabung dengan Joserizal Jurnalis ketua Mer-C mengadakan konperensi Pers meminta pemerintah Indonesia tidak bekerja sama lagi dengan NAMRU 2 (Naval Medical Research Institute Unit 2 ) atau Kerja sama dengan Institut Riset Angkatan Laut AS. Dimana hal ini membuat langkah Munarmanpun disegani oleh AS dan NAMRU 2 dibubarkan pada tahun 2009 , Munarmanpun menjadi tokoh Penting di Mer-C yang mempunyai jaringan diwilayah konflik diseluruh Dunia.


Hal ini mendekatkannya dengan Jusuf Kalla yang saat Itu menjadi ketua PMI. Dan Munarman Juga dikenal sebagai aktivis HTI oleh karenanya semenjak Murnaman bergabung dengan FPI , kedekatan HTI, PKS dan Jusuf Kalla terjalin dengan baik .Sebelumnya kita belum pernah menyimak statemen keras dari FPI terkait antek asing di Indonesia seperti Freeport dan perusahaan lainnya. FPI sendiri sering nampak memperotes sejumlah bar dan cafe yang beroperasi di daerah tertentu. Alasan mereka karena pemaksiatan agama.Tapi ditangan Munarman yang bergabung dengan FPI sejak 2008 , FPI bisa menjadi besar dan selalu terlibat dalam setiap konflik Agama di tanah air dari mulai Aceh, Poso, Ambon hingga Papua Barat di wilayah Biak dan Sorong.


Keberadaan gerakan konfrontasi yang dilakukan FPI ditengah pengambil alihan freeport, seakan punya hubungan, antara dijadikan kambing hitam pengalihan isu bahkan kuda hitam bagi Amerika untuk terus mengganggu stabilitas negara Indonesia. FPI memang cukup nasional gerakan perlawanan mereka. Sehingga patut diwaspadi. Terlebih lagi bila ormas tersbut di sinyalir menjadi kaki tangan pengalihan isu yang dipraktekkan oleh perusahaan asing.Fenomena kerusuhan sosial disaat pengaturan perusahaan oleh negara sudah merupakan hal biasa. Kalau di Papua, seketika ada mobilisasi atau sikap rakyat Papua menolak freeport, tiba-tiba saja ada kelompok tertentu yang memakai isu Papua merdeka untuk mengalihkan isu freeport. Pengibaran bendera bintang kejora, perang suku bahkan penembakan di Yapen Waropen yang korbannya terkenal dengan nama Yawan Wayeni dulu itu, di duga terjadi secara serentak seketika perusahaan freeport sedang menghadapi masalah.


Kali ini, gejala konflik resitensi kapitalisme yang menjadikan isu Papua sudah di ketahui, maka itu berbagai cara lain di pakai.Kerusuhan yang merebak di Indonesia punya kaitan dengan kerja bawah tanah freeport di ungkapkan oleh pengamat intelejen Indonesia. Bahwa Politik Rusuh Maluku Terkait Kepentingan Freeport. Pendapat tersebut disampaikan pengamat intelijen Herman Ibrahim.Menurut Herman, setiap perusahaan berkepentingan mengalihkan isu.Untuk mengalihkan isu, yang paling mudah disulut adalah konflik agama. Alasannya, setiap perusahaan –termasuk Freeport- memiliki elemen intelijen untuk mendeteksi ancaman, dan bahkan mengalihkan kondisi masyarakat yang tidak puas terhadap pemerintah maupun berbagai isu lainnya.


Lanjutnya, bentrok berdarah antarwarga di Palauw, Pulau Haruku, Maluku Tengah diduga terkait kepentingan bisnis PT Freeport. “Dulu Maluku itu konflik agama, kalau sekarang, tidak persis dulu. Tetapi dampak dari dulu, masih tetap ada, luka itu sulit sembuh. Maluku paling mudah disulut, siapapun bisa menciptakan konflik. Dalam hal ini intelijen berupaya bermain untuk pengalihan isu,” tegas Herman. Bagaimana dengan kehadiran FPI ?


Seperti menutup mata sebelah, Munarman ikut menyerang masalah pelanggaran HAM di Papua. Dia tak tahu kalau pelanggaran HAM Papua itu akibat dari restorasi modal, sehingga cenderung dangkal dalam mendorong penegakan HAM di Papua. Bagi Munarman, untuk mempertahankan tanah Papua dari pangkuan NKRI, pemerintah diminta untuk tidak takut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). “Tidak perlu takut juga pada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)”, kata Mantan Ketua YLBHI, Munarman, di Kantor Kemenhan, Jakarta. Nah bisa dilihat semua apa yang dikatakan hanya untuk menyulut konflik dan mustahil Itu tidak direncanakan dan membuat posisi pemerintah menjadi sulit di Dunia Internasional belum lagi alasan HAM yang memang orang-orangnya dia akan terus merongrong pemerintah.Pasalnya, kata Munarman, selama ini Amerika Serikat justru yang paling banyak melanggar HAM. Bahkan Munarman menyampaikan kesediaannya bila diminta untuk membela negara bila dibawa ke Pengadilan HAM.


Perlakukan yang bertentangan dengan HAM, lanjut Munarman, justru dilakukan oleh para musuh negara ini. Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar ini mencontohkan, di Papua MER-C membuat klinik kesehatan tetapi tidak diberi ijin. Padahal upaya ini untuk mempertahankan dan menjaga Papua.Mereka ( FPI ) memang kritiknya pedas sekali soal dukungan HAM di Papua. Cuman, jaman segini massa rakyat tidak buta dengan skenario murahan itu. Kapitalisme juga memakai baju HAM, baju Papua Merdeka, dan baju lainnya demi kenyamanan keberadaan mereka. Cara yang sudah kuno dan basih masih di praktikkan. Ketika freeport goyang, ada saja ulah oramas-ormas yang bikin pengalihan isu.


Nah, analisa yang disampaikan oleh pengamat intelejen sebelumnya diatas, menarik untuk di tarik hubungan antara pemerintah mengatur ulang freeport dan konflik yang muncul akibat FPI akhir-akhir ini. Tujuannya hanya satu, energi pemerintah habis urus konflik, sedangkan pengaturan kedaulatan ekonomi nasional terbengkalai. Atau, isu Papua merdeka terus ” menyala” daripada sibuk atur freeport. Coba simak kecaman organisasi HAM di Amerika soal penembakan di kongres III Papua dan penembakan terhadap karyawan freeport yang mogok. Justru perhatian serius ke penembakan pada kongres III daripada penembakan di areal freeport.Publik harus membuka mata agar jeli melihat konflik sistematis yang kerap muncul akhir-akhir ini.


Penembakan di areal freeport belum reda, Aceh mau di obok-obok lagi, lalu maluku hendak panas lagi, sekarang muncul lagi FPI. Skenario konflik merupakan operasi intelejen asing yang tidak suka dengan kedaulatan ekonomi nasional Indonesia yang hari ini mau di atur ulang. Benih-benih reaksioner ormas-ormas tertentu yang terus di pelihara oleh asing, tak akan diam, tetapi terus menjadi kuda hitam bagi pengamanan aset asing di Indonesia.Sekali lagi, Indonesia punya masa lalu tentang sejarah pemberontakan yang di beking oleh CIA, mari introspeksi dan evaluasi diri agar tidak mengulangi tragedi yang sama dan sekarang.


Munarman sudah tertangkap menyusul gugurnya seorang patriot bangsa Kita Brigjen IG Daniel kita bisa melihat benang merahnya dengan jelas dan Munarman memang orang berbahaya tapi sekaligus pelindung bagi orang -orang yang menguasai Indonesia pada masa lalu terutama yang menikmati rente dari Trans National Company (TNC) Freeport sendiri seperti gerombolan 3C. Cendana , Chaplin , Cikeas. Saya pikir dengan makin tegasnya pemerintah Jokowi memerangi terorisme pihak Amerika Serikat dan CIA pun akan cuci tangan Terhadap konflik di Indonesia dan TNI/ Polri akan lebih mudah menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua . Semoga.Salam Kedaulatan Rakyat.

Sumber : Status Facebook Tito Gatsu.




Berita Lainnya

DOKTER LANGKA DOKTER TERAWAN

27/07/2021 18:00 - Indah Pratiwi

KEBIADABAN PEMDA TINGKAT TINGKAT 1 DAN 2

27/07/2021 15:51 - Indah Pratiwi Budi

Memimpin dengan Hati

27/07/2021 11:40 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA