Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
News

Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, Syahganda Nainggolan Divonis 10 Bulan Penjara

Anas Baidowi - 29/04/2021 21:44 Petinggi KAMi, Syahganda Nainggolan

Beritacenter.COM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok telah mejatuhkan vonis hukuman 10 bulan penjara terhadap Syahganda Nainggolan selaku terdakwa kasus penyebaran berita bohong. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni enam tahun penjara.

Putusan itu dibacakan langsung oleh ketua Majelis Hakim Ramon Wahyudi serta Ervianti Meliala dan Imran Makulau selaku hakim anggota dalam sidang putusan di PN Depok pada , Kamis (29/4/2021), pukul 13.00 WIB tadi. Adapun Syahganda mengikuti persidangan secara virtual dari rumah tahanan.

Baca juga:

Humas Pengadilan Negeri Depok, Ahmad Fadil menyampaikan bahwa Syahganda dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana Menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap sebagaimana Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan," ungkap Ahmad Fadil.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Syahganda dengan hukuman enam tahun penjara. JPU menilai, Syahganda melakukan tindak pidana sebagaimana Dakwaan Pertama Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Fadil menyebut, kuasa hukum Syahganda dan JPU diberi waktu selama tujuh hari untuk berpikir terkait upaya hukum yang akan ditempuh nantinya.

"Terkait upaya hukum, kemudian penasihat hukum terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir selama tenggang waktu 7 hari," sambungnya.

Sebelumnya, dua tokoh KAMI yakni Syahganda dan Jumur Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian alias hoaks sehingga menimbulkan provokasi terhadap aksi massa pada penolakan UU Cipta Kerja.

Kasus yang sama juga menyerat aktivis KAMI yaitu Anton Permana yang hingga kini berkas perkaranya masih dalam penilaian jaksa. Ada pula tersangka lain dalam kasus ini berinisial DW yang selaku pemilik akun Twitter @podoradong.

Polisi juga sempat menetapkan empat tersangka lain dalam kasus ini, yakni Khairi Amri (KA) selaku Ketua KAMI Medan, JG, NZ, dan WRP.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA