Saturday, 25 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

Kecam Penyedia Antigen Bekas, Satgas : Penyedia Test Jangan Main-main dengan Nyawa!

Aisyah Isyana - 29/04/2021 18:35

Beritacenter.COM - Satgas Penanganan Corona (COVID-19) mengecam keras pelaku pemalsuan atau penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Satgas COVID mendukung upaya polisi menindak tegas pelaku, lantaran ulah mereka dapat membahayakan nyawa orang lain.

"Satgas mengecam pelaku pemalsuan alat antigen ini dan mendukung polisi untuk menindak secara tegas para pelakunya," kata juru bicara Satgas Penanganan Corona Wiku Adisasmito dalam jumpa pers pada Kamis (29/4/2021).

Baca juga :

Wiku menyebut, aksi pelaku penyedia layanan tes antigen Corona dengan alat bekas di Bandara Kualanamu itu sudah tak dapat ditolerir. Dia berharap temuan ini merupakan yang terakhir, lantaran sangat membahayakan nyawa manusia.

"Pemalsuan alat tes antigen adalah bentuk tindakan yang tidak dapat ditolerir karena pelakunya secara sadar membahayakan nyawa manusia. Temuan ini harus menjadi temuan yang terakhir," ucapnya.

"Saya ingatkan agar penyedia layanan tes antigen tidak bermain-main dengan nyawa manusia dan lakukan testing sesuai prosedur yang telah ditetapkan," tegas Wiku.

Dia juga memastikan oknum yang melakukan test antigen dengan alat bekas itu sudah ditindak. Selain itu, pengawasan juga diperketat agar insiden itu tak terulang lagi dikemudian hari.

"Oknum yang bersangkutan sudah menjalani proses hukum yang telah didukung penuh oleh perusahaan pemilik testing kit tersebut," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, layanan tes antigen bekas itu dibongkar jajaran Polda Sumatera Utara. Polisi melakukan penggerebekan di laboratorium rapid test antigen Kimia Farma lantai M Bandara Kualanamu, sekira pukul 15.45 WIB, Selasa (27/4).

Penggerebekan itu dilakukan polisi setelah mendapati keluhan dari para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil rapid test COVID-19 dalam kurun waktu kurang lebih kurang satu minggu. Alhasil, hal itu pun memicu kecurigaan.

Selanjutnya, polisi melakukan penyamaran hingga berujung mengumpulkan para petugas laboratorium di Bandara Kualanamu dan memeriksa seluruh lokasi. Dari penggerebekan itu, polisi mendapati ratusan alat rapid test antigen bekas yang dikemas dan pakai kembali. Polisi menduga alat antigen itu dibersihkan kembali untuk digunakan ke pasien lainnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA