Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
Teknologi

Bakal Buat Stasiun Antariksa Sendiri, Rusia Berencana Keluar dari ISS di 2025?

Aisyah Isyana - 23/04/2021 16:47

Beritacenter.COM - Rusia dikabarkan berencana untuk keluar dari International Space Station (ISS) dalam beberapa tahun ke depan. Rusia disebutkan akan membangun stasiun luar angkasa sendiri kedepannya.

ISS sendiri merupakan proyek kolaborasi yang diluncurkan badan antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Rusia (Roscosmos) di tahun 1998. Namun, belakangan disebut masalah geopolitik telah mengancam operasional laboratorium luar angkasa tersebut.

Baca juga :

Dikatakan Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov sebaaimana dalam rapat pemerintahan menyebut Rusia akan keluar dari ISS pada tahun 2025 mendatang. Menurutnya, alasan Rusia keluar, lantaran struktur ISS yang menua disebut berpotensi membahayakan kosmonaut.

"Kita tidak bisa mempertaruhkan nyawa kosmonaut kami. Struktur dan metalnya semakin menua, dan bisa menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah-menjadi bencana," kata Borisov, seperti dikutip dari LiveScience, Jumat (23/4/2021).

Namun, tak lama kemudian Borisov mengeluarkan keterangan resmi yang membantah pernytaan tentang tenggat waktu di tahun 2025. Dia menyebut Rusia harus melakukan inspeksi teknis terlebih dahulu, barulah nanti membuat keputusan memberitahu mitranya.

Sementara itu, petinggi Roscosmos menyebut pihaknya telah mulai mengerjakan stasiun luar angkasa nasional baru. Nantinya, stasiun luar angksa ini akan menjadi penerus dari stasiun antariksa Salyut dan Mir yang diluncurkan ke orbit di tahun 1970-an dan 1980-an.

Pihak Rusia disebutkan telah menyiapkan buget setidaknya USD 5 miliar dan menggadeng perusahaan Energia untuk membangun proyek tersebut. Kepala Telegram Dmitry Rogozin menyebut Rusia akan mempertimbangkan untuk mengizinkan kru dari negara lain yang nantinya akan berkunjung.

Lebih lanjut, Rogozin memastikan pihak Rusia tak akan keluar dari ISS hingga stasiun luar angkasa buatannya rampung diselesaikan. Meski telah memberi peringatan sejak jauh-jauh hari, keluarnya Rusia disebutkan bakal menyulitkan NASA dan badan antariksa lain yang bergantung ke ISS.

"Mitra ISS akan kesulitan menjaga stasiun tetap berfungsi tanpa Rusia," kata pengamat industri Vital Egorov. Selain Rusia dan AS, ISS juga dioperasikan oleh Kanada, Eropa dan Jepang.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA