Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Perawat RS Siloam Dianiaya Keluarga Pasien, Baru Berhenti Setelah Ditegor Polisi

Aisyah Isyana - 16/04/2021 21:28

Beritacenter.COM - Aksi penganiayaan menimpa perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang. Dia dianiaya keluarga pasien hingga memar. Aksi penganiayaan itu baru berhenti setelah anggota polisi yang berada di lokasi menegur aksi pelaku.

"Kebetulan di kamar yang sama itu berada anggota polisi. Dia memperingatkan pelaku yang juga mengaku sebagai anggota polisi, untuk tidak main hakim sendiri," ujar Direktur Keperawatan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Tata, saat dimintai konfirmasi, Jumat (16/4/2021).

Aksi penganiayaan itu menimpa perawat bernama Christina Remauli (27). Tata sangat menyayangkan terjadinya insiden ini, terlebih pihak RS juga telah berupaya maksimal untuk melayani pasien.

"Kejadian penganiayaan ini semestinya tak perlu terjadi. Kami, manajemen RS Siloam sangat menyesali perbuatan pelaku, karena kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pasien yang dirawat," jelas Tata.

Aksi penganiayaan itu bermula saat anak pelaku yang sempat dirawat, diperbolehkan pulang sekira pukul 11.00 WIB, Kamis (15/4). Korban pun berupaya untuk mencabut selang infus dengan hati-hati.

"Dikarenakan pasien merupakan anak pelaku dan masih berusia dua tahun, sedang aktif-aktifnya, kita berhati-hati untuk mencabut selang infus," imbuhnya.

Nahasnya, hal yang tak diinginkan pun terjadi. Saat itu, ibu pasien menggendong pasien hingga tangannya mengeluarkan darah. Mendapati hal itu, perawat langung sigap mengentikan darah ditangan pasien.

"Melihat itu, perawat kami langsung mengganti plester yang berdarah, sembari menghentikan darah di tangan pasien. Saat kejadian pelaku tidak berada di lokasi," bebernya.

Pelaku pun datang dan memanggil perawat itu sekira pukul 14.00 WIB. Pelaku sempat bertanya ke perawat itu prihal anaknya. Namun, pelaku seketika menampar wajah perawat itu saat dia bahkan belum memberi penjelasan.

"Ketika menemui pelaku, kami datang bertiga. Memang dia menyuruh yang tidak berkepentingan disuruh keluar, namun kami menolak karena kami yang bertanggung jawab, baik terhadap pasien dan perawat. Pelaku melontarkan pertanyaan, belum sempat dijawab dia langsung menampar wajah perawat kami," jelasnya.

Parahnya, pelaku memaksa korban untuk bersujud meminta maaf. Disaat yang bersamaan, pelaku juga dengan teganya menendang perut korban.

"Pelaku juga memaksa perawat kamu bersujud meminta maaf, di saat itu juga dia menendang perut perawat kami. Melihat kejadian tersebut kami sempat menghalangi dan melerai, namun pelaku justru menarik rambut korban. Hingga petugas keamanan RS pun berdatangan dan mengamankan korban karena terluka dan memar," ujar Tata.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait aksi penganiayaan yang menimpa perawat RS Siloam tersebut. Polisi juga masih memburu pelaku penganiayaan.

"Pelaku masih dalam pengejaran, nanti kalau sudah ketangkep semuanya bakal terungkap," kata PS Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi, Jumat (16/4).

Lebih lanjut, Tri menyebut pelaku penganiayaan bukanlah anggota polisi. Dia menegaskan jika pelaku juga melanggar hukum atas aksinya mengaku-ngaku sebagai polisi.

"Kalau memang dia (baju merah) saat kejadian sempat mengaku polisi, ya bisa juga disebut polisi gadungan, kalau memang terbukti, dan hukumannya seusai dengan yang disangkakan," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA