Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
News

Andrea Soroti Penangkapan 3 Orang Tersangka di NTT Tidak Sesuai Amanah Pasal 118 UUCK

Anas Baidowi - 16/04/2021 18:26 Eks Kompolnas, Andrea H Poeloengan

Beritacenter.COM - Eks Kompolnas, Andrea H Poeloengan angkat bicara terkait penangkapan yang dilakukan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap tiga tersangka yang diduga menaikan harga bahan bangunan di luar batas kewajaran. Dia menilai, tindakan tersebut sangat tidak mengindahkan prinsip ultimum remedium sebagai mana diamanahkan Pasal 118 UUCK.

"Jika melihat tindakan Polda NTT terkait kasus itu maka tercermin tidak mengindahkan prinsip ultimum remedium sebagai mana diamanahkan Pasal 118 UUCK dan yang pilihan penyelesaian masalah sebagaimana dimaksud dalam UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen," kata Poeloengan, Jumat (16/4/2021).

Dia mempertanyakan tindakan Polda NTT yang begitu mengedepankan upaya represif, padahal dalam UU Perlindungan Konsumen, hal tersebut bukan satu satunya dalam menyelesaikan permasalahan Perlindungan Komsumen.

"Mengapa dalam konteks permasalahan ini penyidikan/pemidanaan harus dikedepankan..? Padahalkan ada sarana gugat perdata ke pengadilan maupun mediasi dan ajudikasi melalui BPSK," tegasnya.

Terkait hal itu, Andrea meminta keterlibatannya Itwasum Polri, Div Propam Polri dan Biro Wasidik Bareskrim Polri guna mencegah adanya penyalahgunaan wewenang.

"Perlu melakukan Audit Investigatif bersama-sama untuk memastikan ada tidaknya potensi penyalahgunaan wewenang," tutupnya.

Sebelumnya diketahui, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap tiga tersangka yang diduga menaikkan atau mengatrol harga bahan bangunan di luar batas kewajaran. Para pelaku diduga merupakan pelaku usaha di wilayah tersebut.

Para tersangka ditangkap lantaran diduga melanggar undang-undang nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat Pasal 5,6,7 dan 8 dengan ancaman hukuman 5 bulan dan denda 5 miliar sampai dengan 25 miliar.

Dan undang-undang no 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Pasal 8 dan 9, dengan ancaman hukuman 2 tahun atau denda 500 juta




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA