Monday, 10 May 2021
Temukan Kami di :
News

BPOM Angkat Tangan, Tak Mau Komentar Lagi Soal Vaksin Nusantara

Anas Baidowi - 16/04/2021 15:00 Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito

Beritacenter.COM - Polemik terkait vaksin Nusantara masih menjadi perbincangan hangat baik di masyarakat maupun para ahli. Pasalnya, vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan dr Terawan, yakni Vaksin Nusantara berjalan ke uji klinik Fase 2 tanpa adanya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menegaskan tidak mau berkomentar lagi soal konsekuensi kesehatan yang akan terjadi apabila vaksin yang dibuat dari sel dendritik itu tetap dilakukan uji klinik tanpa standar yang ditetapkan.

"Saya tidak mau komentar, karena vaksin dendritik atau nama vaksin Nusantara sudah beralih sekarang, saya sudah tidak mau komentar lagi, sudah beralih," kata Penny melalui konferensi video yang disiarkan Youtube Badan POM RI, Jumat (16/4/2021).

Penny menyatakan, tugas BPOM dalam hal pemantauan pengembangan vaksin Nusantara sudah selesai saat pihaknya memberikan penilaian terhadap uji klinis fase pertama.

"Apa yang sekarang terjadi di luar BPOM. Bukan kami untuk menilai itu. BPOM hanya pendampingan saat uji klinik yang sesuai standar good clinical trial yang berlaku internasional untuk umum," katanya.

Penny pun menyinggung soal uji klinik tahap II Vaksin Nusantara pada manusia. Menurutnya, tahapan preklinik sebeum dilakukannya uji klinik tersebut sangatlah penting. Sebab, tujuan preklinik dalam pengembangan vaksin untuk memastikan perlindungan bagi relawan yang dilibatkan dalam penyuntikan.

Dalam tahapan preklinik yang dimaksud , Penny menjelaskan, konsep dasar, kualitas prototipe vaksin, potensinya terhadap peningkatan imunitas, keamanan vaksin ketika disuntikkan, dan memastikan vaksin berkualitas.

"Kalau tidak dilakukan dan langsung loncat ke clinical trial, nanti kesalahannya ada di sana. Yang namanya penelitian memang begitu. Kita belajar dari tahapan-tahapan yang ada. Harusnya bisa dapat dikoreksi, diperbaiki," tambah Penny.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA