Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
Opini

DI ERA JOKOWI, PENJAHAT TIDAK ADA YANG BETAH

Indah Pratiwi - 16/04/2021 14:25 Ditulis Oleh : Agung Wibawanto

FOKUS : Jokowi

Saya mengamati setiap kunjungan Jokowi ke daerah atau kemanapun selalu disambut kerumunan orang. Adakah artis Indonesia sepopuler itu? Atau adakah tokoh publik lain yang seheboh itu? Saya pun menjadi bertanya? Apakah semua mereka itu pengagum Jokowi atau ada yang tidak? Apakah semua mereka itu memilih Jokowi saat pilpres? Kok sepertinya jawabannya adalah tidak.

Ya, saya yakin tidak semua mereka pemilih Jokowi. Lantas mengapa mereka ikut berkerumun? Tidak ada satu pun lontaran cacian ataupun cercaan, seperti di medsos. Mungkin ada tapi tidak berani? Mungkin saja, tapi berapa banyak? Saya berkesimpulan, ujaran kebencian kepada Jokowi hanya ramai atau berani di medsos saja. Kesimpulan kedua, polarisasi pilpres sudah selesai.

Apalagi Prabowo Sandi yang dulu menjadi pesaing, kini sudah bergabung di kabinet kerja membantu Jokowi. Lantas mengapa masih ada yang membenci Jokowi? Hal ini menarik untuk dibahas. Jika perbedaan pilihan saat pilpres sudah selesai, lantas apa yang memicu kegaduhan sekarang ini? Kegaduhan dimunculkan oleh mereka yang jelas tidak suka. Apa alasan atau dasar atau faktor mereka tidak suka?

Memang ada beberapa kelompok dari berbagai latar belakang ketidak-sukaan mereka terhadap Jokowi. Pertama, adalah kelompok Islam garis keras. Mereka yang ingin mendirikan negara Islam berdasar khilafah. Kedua, adalah kelompok penikmat rente. Mereka yang selama ini menikmati uang-uang haram milik rakyat. Ketiga, adalah kelompok pengusaha hitam.

Mereka mafia penguasa mayoritas kekayaan alam Indonesia, dan. Keempat, adalah kelompok politisi busuk. Mereka orang-orang yang memiliki ambisi berkuasa. Jadi, saat pilpres dahulu, sebagian besar mereka memilih Prabowo bukan karena dukung Prabowo atau suka Prabowo, melainkan lebih karena benci kepada Jokowi. Mengapa? Karena Jokowi dianggap sebagai batu besar penghalang "cita-cita" mereka.

Menjadikan negara Islam, mengenyangkan mafia, memperkaya pengusaha hitam merampok aset negara, dan menjadikan mereka berkuasa di tempat-tempat strategis. Sebegitu takutnya mereka? Ya karena apa yang mereka takutkan kini sudah terjadi. Di masa Jokowi berkuasa mereka tidak pernah bisa tidur tenang, bahkan bisa terancam entah disingkirkan, dimiskinkan.

Bisa juga dibatasi gerak, hingga diproses hukum. Tinggal pilih saja, mau yang mana tergantung apa yang dilakukan. Jokowi dikenal tidak main "tabrak" (melanggar hukum), ia pintar mengatur tempo (mengawasi) dan mengambil momentum (tertib hukum), hingga waktunya tiba maka orang itu akan jatuh terkapar. Kelompok Islam garis keras diredam dan dikendalikan.

Mafia, suap, pungli diberantas. Penguasaan aset negara diambil alih, tidak ada lagi monopoli. Jabatan publik dan politis disortir terutama dengan bantuan masyarakat menilai. Jadi, kira-kira tinggal berapa persen mereka yang masih ngotot dan ingin membuat gaduh bangsa ini? Ada yang mengatakan, meski tinggal sedikit tapi kita jangan sampai lengah. Betul sekali.

Era medsos ini menjadikan semua mudah diakses dan mudah dipantau. Masyarakat, terutama yang memiliki komitmen kawal Jokowi selalu akan cepat tanggap mem-blow up, terutama biasanya melalui piranti online. Ditambah lagi dengan kesiapan aparat (TNI-Polri) yang telah dilengkapi teknologi canggih, semakin membuat mereka sigap bergerak cepat mengantisipasi.

Dengan begitu diharapkan masyarakat dapat lebih aman dan nyaman tidak terlalu memiliki kekhawatiran yang berlebihan terhadap ancaman apapun. Mari menjadi masyarakat yang selalu optimis dan berpikir positif. Jangan sedikit ada masalah komplain nya berhari-hari. Ntar lama-lama bisa terjangkit virus baper dari Mr Mantan. Percayalah, "the train was on track now and forward".




Berita Lainnya

ALGORITMA NIKEL

07/05/2021 17:00 - Indah Pratiwi

Paham Radikal di Lembaga Pemerintah

07/05/2021 14:00 - Indah Pratiwi

Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Dengan Uang?

07/05/2021 12:30 - Dewi Sari

Jokowi Amati KPK Takut Pecat Novel Baswedan

06/05/2021 20:15 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA