Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
Opini

Terawan, Vaksin Nusantara dan Jokowi

Indah Pratiwi - 16/04/2021 13:21 Oleh : Seno Handoyo Prast

Dokter Terawan mungkin senyum2 saja saat ada serangan terhadap kemampuan dirinya — di tuduh oleh IDI lewat SJW2 yang maha sok kritis itu (terutama yg SJW) jikalau suara kritis yg masif itu di kondisikan dan di kendalikan mafia Alkes yang sudah mencengkeram Negeri ini bahkan jauh hari sebelum Dokter Terawan berseteru dengan IDI.Geli juga sih saat ada serangan dari SJW-SJW yang merendahkan karya-karya Dokter Terawan yang menemukan cara pengobatan stroke dengan terapi cuci otak dan penerapan program DSA (Digital Substraction Angiogram).

Sudah puluhan ribu orang (bahkan menurut DI sudah lebih dari 40.000 orang yang sudah dapat manfaat dari DSA ini) mendapatkan berkah kesembuhan dari metode ini. Akan tetapi oleh SJW berbayar atau SJW Gratisan di katakan itu metode nggedabrus senada dengan suara “Organisasi profesi” IDI. Begitupun saat dokter Terawan mengenalkan Vaksin Nusantara dengan sistem sel dendritik — kembali dokter terawan di katakan nggedabrus Omong besar doang…tanpa mau mengkaji jika sistem dendritik ini saat ini juga lagi di kembangkan di Amerika Serikat yang juga mengalami problem yang sama karena di tentang oleh banyak kalangan terutma big pharma dan kalangan Agamawan (tentu saja yg dominan Gereja) karena di tuduh make steam cell dari janin medianya. (jangan gagal paham sistem yang di kerjakan oleh dokter Terawan penemunya bukan terawan ..hak patenya milik dokter dari Amerika– uji klinis yang di minta oleh BPOM tak bisa di berikan karena ini menyangkut “rahasia” yg tak boleh di ketahui orang luar–dokter terawan dan team penelit lainya memegang janji kode etik dgn pemilik paten sistem deintrik)

Terus bagaimana kejadian di +62 ?Jokowi + LBP mengangkat dokter Terawan jadi menteri sebetulnya dengan tujuan memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di Negeri kita ini. Udah rahasia umum Institusi kesehatan resmi negera ini sudah lama di kuasai mafia-mafia pengadaan Alkes & obata2an.Dokter Terawan waktu menjabat direktur di RSPAD Gatot Subroto terbukti sudah berhasil menjadikan jadi Rumah Sakit Terbaik Nasional bukti Terawan menjalankan disiplin dalam manajemen Rumah Sakit dan menghindarkan para dokter dokter di RSPAD untuk ikut ikutan main proyek dan main jadi mafia resep.

Dunia kesehatan Indonesia bukan saja sudah masuk ke alam liar Kapitalisme, tapi terjebak dalam Kartel yang sudah menembus ke banyak lapisan dan ini sangat sulit dibereskan kecuali ada niat kuat dari Pemerintah membereskan persoalan-persoalan dunia kesehatan di Indonesia.Di sinilah Presiden Jokowi getol melibas semua mafia, dari mafia pungli di Pelabuhan-pelabuhan dan Bea Cukai, Mafia Pangan, Mafia Perizinan, sampai Mafia Kesehatan, dimana Presiden mempercayakan Terawan untuk membereskannya.Dan dokter Terawan yang tersiram “awu anget” dari perang dengan Mafia — dan Jokowi ternyata harus mundur dulu mengalah tak memperthankan dokter Terawan tetap jadi menteri.

Sebelum kasus Covid-19 meledak, berbagai macam investigasi pemberitaan yang terus menyudutkan Terawan oleh beberapa media. Bahkan sampai mereka pada titik kulminasi dengan “Serangan Bulan Maret” yang menghajar Trio Pemerintah Jokowi, Luhut dan Terawan.Mereka mengkritik terkait lambannya mengantisipasi Covid-19, dengan media teror yang begitu kuat, bahkan diisukan ada ledakan kematian sampai 10 juta nyawa dan berbagai macam asumsi-asumsi menakutkan tentang Covid, yang pada faktanya tidak semengerikan yang dibayangkan oleh “Media Teror”. Dan sampai sejauh ini Indonesia baik-baik saja.

NB ; Terus siapakah Mafia yang bermain di sektor kesehatan ? itu melibatkan perusahaan2 besar Alkes & obat2an baik yang di dalam negeri ataupun luar, Juga melibatkan Ormas Keagamaan (Silahkan cek latar belakang menteri kesehatan sejak era akhir Soeharto sampai SBY), Juga Organisasi Profesi yang juga isinya dokter2 aktif di depkes–di tambah media massa yang jadi media teror baik di lembaga resmi ataupun medsos.




Berita Lainnya

ALGORITMA NIKEL

07/05/2021 17:00 - Indah Pratiwi

Paham Radikal di Lembaga Pemerintah

07/05/2021 14:00 - Indah Pratiwi

Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Dengan Uang?

07/05/2021 12:30 - Dewi Sari

Jokowi Amati KPK Takut Pecat Novel Baswedan

06/05/2021 20:15 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA