Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Tetap Terapkan Prokes, Masjid di Bantul Sajikan 'Bubur Lodeh' untuk Warga Buka Puasa

Aisyah Isyana - 14/04/2021 22:21

Beritacenter.COM - Tradisi untuk membagikan takjil berupa bubur sayur lodeh kembali dilakukan Masjid Sabilurrosya'ad, di Pedukuhan Kauman, Kaluran Wijirejo, Kapenewon Pandak, Kabupaten Bantul. Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, masjid ini menyediakan 100 porsi bubur sayur lodeh untuk warga yang berbuka puasa di area masjid.

Dikatakan Ketua Takmir Masjid Sabilurrosya'ad, Haryadi, takjil bubur sayur lodeh sempat ditiadakan saat Ramadhan tahun lalu. Bahkan kegiatan diarea masjid juga ditiadakan karena pandemi.

Baca juga :

"Untuk takjil bubur tahun kemarin karena pandemi, bahkan tidak ada Jumatan karena kegiatan di masjid dihentikan. Tapi untuk tahun ini diadakan lagi takjil bubur seperti biasa tapi dengan menerapkan prokes," ujar Haryadi saat ditemui di Masjid Sabilurrosya'ad, Bantul, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, alasan untuk kembali menyajikan sayur lodeh itu dilakukan lantaran masyarakat di sekitar masjid sudah terbiasa berbuka puasa dengan menyantap bubur lodeh. Terlebih, pihak masjid sama sekali tak menyediakan takjil bubur lodeh tahun lalu.

"Tetap dilakukan karena sudah adat kita, dan sudah terbiasa. Apalagi ada masyarakat yang sudah terbiasa kalau berbuka harus dengan bubur karena merasa nyaman di perut," ucapnya.

Pihak masjid hanya menyediakan 100 porsi bubur lodeh unutk berbuka di bulan Ramadhan tahun ini. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kerumunan jemaah yang datang dan hendak berbuka di masjid. Pihak masjid juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat penggunaan bagi jemaah yang hendak berbuka.

"Kalau makannya (bubur lodeh) tetap di sini (masjid) tapi jaraknya diatur, terus kalau datang harus pakai masker dan pakai dulu hand sanitizer," ujarnya.

"Untuk porsinya, rata-rata 100 porsi setiap hari karena menerapkan prokes. Karena normalnya 500 (porsi) lebih kalau tanpa prokes," sambungnya.

Sementara itu, Mantan Takmir Masid Sabilurrosya'ad Nur Jauzak mengaku tidak tahu sejak kapan tradisi menu berbuka puasa dengan bubur sayur lodeh di mulai. Dia menduga hal itu sudah dilakukan sejak lama.

"Tidak ada yang tahu sejak kapan dimulainya buat bubur untuk takjil berbuka puasa. Tapi kemungkinan sudah ada sejak Panembahan Bodho (Raden Trenggono) ke sini saat menyebarkan agama Islam," ujar Nur saat diwawancarai tahun lalu.

Menurutnya, menu berbuka puasa dengan bubur sayur lodeh memiliki banyak makna. Dimana pembuatan bubur sayur lodeh juga dilakukan dengan sumbangan masyarakat setempat.

"Filosofi bubur kan halus ya dan halus itu bagus, jadi maksudnya mungkin agama Islam akan sangat diterima masyarakat jika masuknya dengan cara yang halus dan tanpa kekerasan," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA