Saturday, 25 Sep 2021
Temukan Kami di :
Opini

FPI & RIZIEQ Adalah Alat PEMBODOHAN RAKYAT Melalui SENTIMEN AGAMA, Para POLITIKUS BUSUK & INFILTRASI ASING Yang Mmebuat INDONESIA TERPURUK DIBANDING JEPANG & KOREA

Indah Pratiwi - 14/04/2021 18:09 Ditulis Oleh : Tito Gatsu.

Selama periode pemerintahan Jokowi akhirnya semua topeng bisa terbuka bahkan sebuah organisasi teroris yang menjadi proxy war dibawah pengaruh infiltrasi asing terutama Amerika Serikat dan Jepang yang dijunjung tinggi oleh political mainstream Itu bisa dibubarkan yang Paling utama adalah FPI . Kemudian apa hubungannya Jepang , Amerika Serikat, Political Mainstream dan FPI ?

Jepang adalah Proxy AS dia Asia Setelah Tragedi Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki Jepang adalah sekutu Amerika Serikat dan mendapatkan Bantuan dari. The Fed atau Federal Reserve System (juga disebut Federal Reserve, atau secara informal The Fed) adalah bank sentral Amerika Serikat Juga IMF yang Kebijakannya Tetap menginduk pada The Fed begitu pula Korea Selatan Setelah perang Korea jika kedua Negara tersebut menguasai pasar dunia otomatis The Fed Juga mengalami kemakmuran beruntung Jepang dan Korea Selatan memiliki kedaulatan rakyat dan demokrasi yang baik sehingga kemakmurannya meliputi seluruh warga negaranya.

Kita sangat faham bahwa para political mainstream di Indonesia adalah penjaga Kebijakan pemerintah terhadap infiltrasi asing tersebut karena negara- negara kapitalis seperti Jepang , Korea dan Amerika Serikat memiliki Trans National Corporation (TNC) di Indonesia.

Sektor pertambangan, minyak bumi dan gas Alam dikuasai Amerika Serikat , sektor -sektor Industri Masa terutama otomotif dan elektronik dikuasai oleh Jepang dan Korea , walaupun skema pembiayaan bervariasi dari sektor pertambangan dan Industri tetapinsemua tetap menginduk ke Amerika Serikat melalui The Fed.
Perusahaan TNC tersebut jelas bermitra dengan perusahaan lokal di Indonesia ada yang melalui Perusahaan BUMN seperti Pertamina ada pula perusahaan Swasta Nasional seperti Bukaka , Indocement, Expans , Artha Graha, Humpuss , Sinar Mas, Lippo Group dan lain sebagainya yang dikuasai oleh para Pengusaha kuat sejak Masa lalu bahkan merekalah yang mengkader para political mainstream di Indonesia , Saya Tak perlu ceritakan detail pasti sudah pada faham kan. 

Untuk mengamankan bisnis mereka harus ada proxy war sebagai pengawal jika pemerintah melakukan Kebijakan yang merugikan mereka dibentuklah sebuah organisasi para militer dan semi teroris untuk mengamankan Kebijakan mereka dan bisa dikendalikan oleh para Political Mainstream di Indonesia.

Proxy War tersebut pasti punya dukungan materi dan logistik yang cukup besar dari kelompok mafianya yang tentu didukung oleh para pengusaha kuat dan negara- negara kapitalis yang memiliki Trans National Corporation (TNC) di Indonesia.

Proxy war yang sangat jelas Itu bernama FPI dan kenapa berbasis Islam ?
Karena sentimen Agama mampu membangkitkan musuh imajiner dan mampu memutar balikan Hukum logika , misalnya halal atau haram , mati syahid jika berjihad dan bersedia mengorbankan apapun untuk seseorang yang dianggap Pemimpin berkarakter jadi ini adalah senjata yang sangat efektif dan murah. Karena orang rela berkorban nyawa sekalipun demi impian imajiner , seperti masuk Surga dan sebagainya dan FPI ini sukses membuat kekacauan di berbagai daerah konflik , seperti Maluku, Poso dan Aceh yang kemudian bisa diatasi oleh para Political Mainstream karena memang dibawah kendali mereka.

Apabila Kita berpikir jernih sebenarnya banyak sekali penyimpangan yang dilakukan Dalam menjalankan konstitusi dan ideologi pancasila di negara Kita, Kita hanya bisa menahan nafas dan sesaknya dada ketika para politisi busuk mati-matian membela FPI . FPI Itu organisasi teroris yang memang dipelihara para pengkhianat bangsa untuk mengakangi demokrasi di Indonesia dan selalu dilindungi Polri dan TNI pada Masa lalu . ( Sebelum pemerintahan Jokowi).

Walaupun Rizieq Shihab bolak balik masuk penjara di setiap penggantian Presiden tapi FPI Tetap dipertahankan . Untuk kepentingan para politisi Busuk dalam mengatur komitmen dan mendikte pemerintah yang sedang berjalan, selama FPI tidak dibubarkan jangan harap kedaulatan rakyat akan bisa djalankan.

FPI adalah salah satu ormas fundamentalis. Fundamentalis adalah suatu paham yang menginginkan pemurniaan agama secara utuh.Paham seperti ini menginginkan suatu negara tunduk dan taat pada ideologi mereka,seperti ISIS di Irak.

Sementara,sikap FPI yang 'terkenal' anarkis dan main hukum sendiri sangat merusak citra islam.Tindakan segelintir kelompok,berakibat pada semua orang-orang islam.Bahkan,sekarang ini islam dipandang sebagai agama yang keras,anarkis dan tidak mengedepankan rasionalitas. Stereotip-stereotip ini jelas merugikan para pemeluk agama islam.

Beberapa aksi FPI yang sudah banyak menimbulkan kerugian, bisa merusak disintegrasi bangsa kita,bila pemerintah tidak secepatnya membubarkannya.

Sentimen agama dan rasial yang dibawa FPI bukan tidak mungkin membuat rakyat indonesia terprovokasi yang akhirnya menimbulkan konflik horizontal. Negara kita yang bersistem Demokrasi Pancasila memang tidak cocok untuk para fundamentalis yang menginginkan kesamaan agama,ideologi dan sistem.Negara Indonesia adalah negara pluralitas dan majemuk.

Meskipun hampir rata-rata rakyat Indonesia beragama islam, namun bukan berarti bahwa sistem Indonesia adalah sistem islam seperti di Arab Saudi atau Brunei Darussalam.
Anarkisme bukanlah simbol demokrasi.

FPI sepertinya belum bisa mengerti apa itu demokrasi serta keaneragaman budaya,sosial ataupun agama,karena hanya orang-orang yang bisa berpikir secara jernih dan rasional yang bisa mengerti akan hal itu. Bukan orang-orang yang bertindak secara emosional seperti suku primitif yang bar-bar ! Mereka justru alan merusak Generasi muda dan penyesatan pada ideologi Pancasila bahkan merusak Agama islam.

Saya tak perlu menguraikan masalah hukumnya karena fakta sudah sangat jelas dan tindakan mereka bisa seenaknya mengobok-obok Negara bahkan mengobok-obok Agama islam banyak penyesatan secara aqidah yang mereka lakukan dan mereka selalu eksist membantu para bajingan politik yang tidak Ingin kedaulatan Rakyat dihormati dan ditegakkan dinegri ini. Pemerintah akhirnya dengan tegas membubarkan FPI untuk menjaga Pancasila dan permainan para politisi Busuk dengan membubarkan alat yang selama ini menjadi tameng mereka , dahulukan kedamaian dan kerukunan bangsa daripada mendahulukan perilaku durjana para politikus Busuk supaya Indonesia Aman dan damai .

Salam Kedaulatan Rakyat,

Tito Gatsu.




Berita Lainnya

HARU BERSAMA SEMESTA

24/09/2021 14:29 - Indah Pratiwi

Suroto Menampar Muka DPR, Oposisi dan Mahasiswa

24/09/2021 13:22 - Indah Pratiwi

Filosofi Dolane Kurang Adoh

24/09/2021 12:58 - Indah Pratiwi

LBP MENGGUGAT

24/09/2021 12:00 - Indah Pratiwi

Simulasi Pilpres 2024

24/09/2021 11:32 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA