Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
Opini

KPK PIARAAN SIAPA

Indah Pratiwi - 14/04/2021 17:00 Ditulis Oleh : Iyyas Subiyakto

FOKUS : KPK

Sudah lama kita geram kepada lembaga yg semula kita anggap bisa digdaya memberantas korupsi yg sudah merajalela sejak zaman orba, tapi akhirnya kita harus siap kecewa dan ini fakta.

Kegeraman yg pertama adalah bgt terang benderang nya bgmn di depan mata bahwa banyak kejanggalan dalam APBD yg puluhan triliun menguap sia2, tapi KPK seolah buta, yg terakhir ada tanah hilang 70 ha di cokot cuma suruhannya, padahal kita tau siapa germonya.

Belum lagi kita mingkem dari mbatin, jeder..kasus Syamsul Nursalim dihentikan, dalam hitungan hari penggeledahan kasus penggelapan pajak di Kalsel bocor, dan truk pembawa barang bukti bisa hilang, absurds. Dan luar biasa bejadnya.

Ketidak beresan di dalam KPK sulit kalau kita yg bicara, tapi bgt Pak Jokowi membentuk TPK semua terang benderang ada apa KPK, karena tidak ada satu orang KPK pun yg diajak masuk lembga baru yg diketuai oleh Pak Mahfud MD itu.

Kita tau Pak Jokowi dari mulai insting, pandangan, penciuman, dlm mengendus siluman dia sangat paham. Pasti sudah lama dia perhatikan kerusakan di tubuh KPK, bayangkan dalam hitungan hari ada dua kehilangan besar di KPK, barang bukti 1,9 kg emas dan barang bukti penggelapan pajak raib begitu saja.

Dari progress hilang yg mungkin memang dihilangkan sampai bagaimana mereka mengatur orang. Ini karena penyusup sudah masuk.

Siapa kira² yang ada dibelakang kerusakan KPK yg semula kita anggap bak dewa di tengah serangan Durna atas uang rakyat yg dikerat para pejabat jahat nan bejat.

Dari endusan beberapa pihak si kecil muka sembab itu masih bermain disana mengatur kelanjutan ketidak beresan disemua lini kepentingan.

Kini lengkaplah sudah kita punya banyak lembaga penegak hukum, tapi hukum kita tak pernah tegak, sebab petugasnya hanya lagak sekaligus merangkap jd pemalak.

Ingat TPK itu bentukan Jokowi, kelahirannya seolah dijadikan tandingan KPK, sejatinya bukanlah soal tanding²an, tapi lebih kepada ketidak beresan yg sudah merasuk ke sum² KPK. Sehingga pemerintah harus bersikap dan kita menambah daftar banyaknya penjahat di tengah pejabat.

Pertanyaannya, apa kita berani mengganti Jokowi dit engah kondisi seperti ini. Jadi marilah kita minta Jokowi nyambung lagi utk yg ke 3x.

 




Berita Lainnya

PERPRES JOKOWI (bukan) PERMEN PRABOWO

12/06/2021 10:00 - Indah Pratiwi

Masyarakat Bungkus

12/06/2021 07:00 - Indah Pratiwi

KENAPA KPK HARUS DIBERSIHKAN ?

11/06/2021 21:25 - Indah Pratiwi

MENGAPA MEREKA MEMBENCI PRESIDEN JOKOWI ?

11/06/2021 19:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA