Monday, 10 May 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Joe Biden Ucapkan Selamat Ramadhan, Tegaskan Komitmen Bela Hak Umat Muslim

Tidak ada satu orang pun di Amerika yang hidup terus dalam ketakutan untuk menjalankan keyakinannya. Dan pemerintahan saya akan bekerja tanpa lelah untuk melindungi hak dan keselamatan semua orang

Aisyah Isyana - 14/04/2021 00:40

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan ucapan selamat Radhan bagi umat muslim di AS dan dunia. Biden berbicara soal ibadah puasa Ramadhan ditengah pandemi COVID-19, dimana ada banyak keluarga yang tak bisa berkumpul.

"Saya dan Jill menyampaikan salam hangat dan mengucapkan semoga Ramadan yang diberkahi kepada komunitas Muslim di Amerika Serikat dan seluruh dunia," kata Joe Biden dalam pernyataan yang dirilis Kedubes AS di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Baca juga : Penembakan Menimpa Petugas Jaga di Depan Rumah Sakit di Paris, 1 Tewas, 1 Terluka

"Ketika banyak saudara Amerika kita yang mulai berpuasa besok, kita diingatkan akan betapa sulitnya tahun ini. Pada masa pandemi ini, para sahabat dan orang yang kita cintai belum bisa berkumpul untuk merayakan dan beribadah, dan ada begitu banyak keluarga yang akan berbuka puasa tanpa ditemani orang yang mereka sayangi," sambungnya.

Pada kesempata itu, Joe Biden juga memastikan komitmennya dalam untuk terus mebela hak-hak umat muslim di dunia. Terlebih dia menyebut umat muslim di negaranya juga turut berkontribusi membangun AS. Dia bahkan menyinggung soal umat muslim yang saat ini turut memimpin upaya melawan COVID-19.

"Kini, Muslim memimpin dalam upaya kita melawan COVID-19, memainkan peran sebagai pelopor dalam pengembangan vaksin serta melayani sebagai tenaga kesehatan di garis terdepan," ujar Joe Biden.

"Mereka menciptakan pekerjaan dengan menjadi wirausaha dan pemilik bisnis, mempertaruhkan hidup sebagai para penanggap pertama atau first responder, mengajar di sekolah, melayani sebagai pegawai negeri yang berdedikasi di seluruh negara, dan memainkan peran utama dalam perjuangan berkelanjutan untuk kesetaraan ras dan keadilan sosial," sambungnya.

Joe Biden mengaku sangat menyayangkang masih adanya umat muslim yang menjadi target kejahatan bermotif kebencian. Dia menyebut hal itu tak bisa diterima dan meminta agar tindakan itu segera dihentikan.

"Namun demikian, Muslim Amerika masih menjadi target perundungan, kefanatikan, dan kejahatan bermotif kebencian. Prasangka dan serangan ini salah. Tidak bisa diterima. Dan harus dihentikan. Tidak ada satu orang pun di Amerika yang hidup terus dalam ketakutan untuk menjalankan keyakinannya. Dan pemerintahan saya akan bekerja tanpa lelah untuk melindungi hak dan keselamatan semua orang," kata Joe Biden.

Biden juga menceritakan saat hari pertamanya didapuk menjadi Presiden AS. Setelah resmi menjabat Presiden AS, Biden mengaku bangga dapat segera mengakhiri larangan perjalanan bagi umat muslim ke AS yang berlaku kala itu.

"Pada hari pertama saya sebagai Presiden, saya bangga dapat mengakhiri larangan perjalanan bagi Muslim yang memalukan, dan saya akan terus membela hak asasi manusia di mana pun, termasuk Uyghur di China, Rohingya di Burma, dan komunitas Muslim di seluruh dunia," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA