Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Kakorlantas Wanti-wanti Anggota Tak Loloskan Pemudik, Sanksi 2 Kali Lipat!

Aisyah Isyana - 13/04/2021 22:35

Beritacenter.COM - Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengingatkan jajarannya untuk tidak main-main dan melakukan penyimpangan saat melakukan penyekatan di jalur mudik. Irjen Istiono memastikan akan memberikan sanksi dua kali lipat kepada anggota yang melanggar aturan, atau meloloskan para pemudik saat penyekatan.

"Saya pastikan sanksi dua kali lipat hukumannya," kata Istiono kepada wartawan di Satpas Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (13/4/2021).

Baca juga :

Istiono menegaskan hal itu menanggapi adanya pertanyaan terkait kemungkinan personel polisi lalu lintas (Polantas) yang meloloskan pemudik dari penyekatan dengan imbalan uang. Dia memastikan akan memberikan sanksi dua kali lipat. Maksudnya, jika biasanya anggota yang melanggar dihukum 21 hari, maka akan digandakan menjadi 42 hari.

"Kalau dikurung 21 hari, itu akan tambah 21 hari lagi. Saya pastikan itu hukumannya dua kali lipat. Jadi pada waktu operasi, anggota tidak ada yang melakukan pelanggaran, apalagi main-main dalam situasi ini," tegasnya.

Istiono juga mewanti-wanti agar travel gelap untuk tidak coba-coba beroperasi. "Jangan main-main, travel gelap akan saya tindak. Kalau perlu saya tahan dan dikeluarkan setelah Lebaran," jelas Istiono.

Sekedar diketahui, Korlantas Polri sebelumnya telah menyiapkan Operasi Keselamatan mula 12-25 Apri 2021. Tak hanya menyasar penertiban lalu lintas, Operasi Keselamtan juga akan mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait larangan mudik.

Tak hanya itu, Kakorlantas juga mengitruksikan jajarannya untuk meningkatkan pengamanan mulai 26 April hingga 5 Mei 2021, atau sehari sebelum pelarangan mudik Lebaran Idul Fitri, pada 6-17 Mei 2021.

"Antisipasi itu dilakukan karena diprediksi masyarakat agar mudik terlebih dahulu sebelum peniadaan mudik dimulai," kata Istiono dalam keterangan tertulis.

Jajaran Korlantas Polri diminta untuk meningkatkan kegiatan kepolisian pada periode 26 April hingga 5 Mei 2021. Adapun tujjuannya guna mengantisipasi masyarkat yang pulang kampung sebelum larangan mudi diberlakukan pada 6-17 Mei 2021.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA