Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

BNPB Berikan Dana Stimulan untuk Warga Terdampak Gempa Malang

Anas Baidowi - 13/04/2021 15:15 Rumah yang rusak akibat gempa Malang

Beritacenter.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa bermagitudo 6,1 SR yang mengguncang sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu.

terdapat tiga kategori kerusakan, masing-masing kategori menfapatkan stimulus yang berbeda-beda. Adapun untuk rumah yang masuk kategori Rusak Ringan (RR) akan mendapatkan dana sebesar Rp10 juta, kemudian kategori rusak sedang (RS) sebesar Rp25 juta, dan Rusak Berat (RB) sebesar Rp50 juta.

Kepala BNPB, Doni Monardo menyampaikan duka yang mendalam bagi warga yang terkena dampak gempa bumi Selatan di Kabupaten Malang, Jatim.

Untuk mempercepat proses perbaikan, BNPB meminta kepada pemerintahan daerah setempat untuk melakukan pendataan dan melaporkannya sesuai dengan data yang benar.

"Rumah warga yang Rusak Ringan dan Rusak Sedang bisa dilakukan perbaikan dengan cara pemerintah daerah memberikan usulan kepada BNPB dengan nama dan alamat yang akurat," kata Doni dalam keterangan resminya, Senin (12/4/2021).

Sedangkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat (RB), akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat proses perbaikan.

Doni mengimbau kepada warga untuk tetap tenang, sebab ia memastikan program-program yang telah dilakukan pemerintah kabupaten kota atau provinsi yg dibantu BNPB, BMKG, Basarnas, TNI-Polri dan tim gabungan lainnya harus sering dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan.

"Warga diminta untuk dilatih dan diberikan edukasi terkait literasi kebencanaan, manfaatkan kearifan lokal untuk mencari ide dan inisiatif," tuturnya.

Sebagai contoh, kata dia, warga dapat menyiapkan sejumlah kaleng di dalam rumah. Jika kaleng itu jatuh saat gempa bisa berfungsi sebagai alarm awal.

Selain itu, ia meminta untuk menghidupkan kembali kegiatan siskamling, sehingga warga dapat berjaga untuk antisipasi adanya risiko seperti gelombang tinggi atau gempa.

"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dibangun oleh masyarakat itu sendiri. Kepemimpinan sejumlah perangkat daerah harus bisa mengajak warga untuk lebih siap menghadapi risiko yang akan terjadi," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA