Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Bill Gates Buka Suara Usai Tuai Kritikan Karena Punya Tanah Seluas Hong Kong

Aisyah Isyana - 09/04/2021 20:50

Beritacenter.COM - Land Report dalam laporannya menyebut Bill Gates sebagai pemilik lahan pertanian terbesar di Amerika Serikat. Namun, laporan itu membuat pendiri Microsoft itu mendapat sejumlah kritikan. Alhasil, Bill Gates pun angkat bicara.

Bill Gates diketahui memiliki total sekitar 242 ribu hektar tanah pertanian di AS, dengan nilai sekitar USD 690 juta. Luas tanah pertanian yang dimiliki Gates itu kira-kira besarnya hampir menyamai wilayah Hong Kong.

Baca juga :

Dari total luas tanah itu, tercatat tanah pertanian Bill Gates tersebar di 12 negara bagian AS. Adapun persentase terbesar tanah Bill Gates berada di wilayah Lousiana, Arkansas, Nebraska, Arizona dan Washington.

Karena memiliki tanah yang begitu luas, alhasil kritikan pun berdatangan kepada Gates. Banyak pihak mempertanyakan bagiaman seseorang bisa memiiki tanah sedemikian banyak. Hal itu dinilai turut menggambarkan kesenjangan sosial yang begitu besar antar warga AS.

Menjawab hal itu, Gates pun menyebut pembelian lahan itu awalnya dilakukannya semata-mata untuk investasi, bukan untuk tujuan lain seperti menangkal perubahan iklim yang kerap dibicarakannya.. Menurutnya, keputusan investasi itu dilakukan oleh grup miliknya, Cascade Investments.

"Grup investasi saya yang memilih melakukan hal ini. Tidak ada hubungannya dengan soal cuaca," sebut Bill Gates singkat.

Dalam hal ini, grup investasi Bill Gates itu memastikan pihaknya akan memperlakukan tanah pertanian itu dengan ramah lingkungan. Kendati begitu, tetap saja berita itu telah memantik keresahan sejumlah orang.

"Buat apa Bill Gates membeli lahan sebanyak itu? Mereka membuat harga tanah naik dan menyulitkan petani muda kecuali ingin bertani selamanya di tanah sewaan," demikian kritikan di kolom komentar Fox News.

"Kepemilikan lahan telah menjadi terkonsentrasi kepada semakin sedikit manusia. Padahal tanah di mana kita semua hidup tidak seharusnya menjadi properti sedikit orang," tulis kolumnis Guardian, Nick Estes.

"Tanah adalah kekuatan, kemakmuran dan paling penting tanah adalah tentang ras dan kelas. Relasi antara siapa pemiliknya, siapa yang bekerja di sana dan merawatnya, merefleksikan level besar ketidaksetaraan dan warisan kolonialisme," tambah Bill Gates.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA