Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
Nasional

KKP Berikan Penghargaan ke Pemberantas Destructive Fishing, Ini Daftarnya

Lukman Salasi - 09/04/2021 15:11

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) memberikan penghargaan kepada para pemberantas penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing).

Penghargaan diberikan kepada aparat lintas instansi dan masyarakat atas kontribusinya dalam memerangi praktik destructive fishing.

Pertama, penghargaan diberikan kepada Bupati Morowali atas inisiasi upaya pemberantasan destructive fishing di perairan Kabupaten Morowali. Keberpihakannya terhadap pemberantasan destructive fishing ditunjukkan dengan dukungan anggaran dan langkah-langkah operasionalnya dalam mendorong pencegahan maupun pemberantasan pengeboman ikan di wilayahnya. Pemerintah Daerah juga mendorong langkah-langkah pemberdayaan melalui fasilitasi dan bantuan agar masyarakat meninggalkan praktik penangkapan ikan yang merusak.

Kedua, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah juga dianggap sebagai salah satu tokoh kunci dalam pemberantasan pengeboman ikan di wilayah Sulawesi Tengah. Komitmennya ditunjukkan melalui upaya penyadartahuan serta mendukung aparat terkait dalam memberantas praktik destructive fishing.

Selain itu, KKP juga memberikan penghargaan kepada Direktur Polair Polda Sulawesi Tengah, Kepala Pangkalan PSDKP Bitung dan Nakhoda Kapal Hiu 02. Sebagai aparat penegak hukum, ketiganya dianggap memiliki ketegasan dalam menindak para pelaku pengeboman ikan khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.

“Ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antar aparat kita dalam memberantas praktik pengeboman yang memiliki dampak sangat buruk terhadap sumber daya ikan maupun lingkungannya,” ungkap Sekretaris Jenderal KKP yang juga Plt. Direktur Jenderal PSDKP, Antam Novambar saat menyampaikan penghargaan, Kamis (8/4/2021).

Pemberian penghargaan juga disampaikan kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang dianggap telah berperan sangat aktif dalam pemberantasan destructive fishing. POKMASWAS Cahaya Gemilang yang diketuai oleh Muslih ini dianggap telah memberikan kontribusi terhadap pemberantasan praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak di wilayah Pangandaran. Selain melalui penyampaian informasi kepada aparat penegak hukum, POKMASWAS ini juga terus mengedukasi masyarakat sekitar agar tidak melakukan pembiusan dan penyetruman, walaupun tak arang hal tersebut membuat mereka dimusuhi.

“POKMASWAS ini merupakan mata dan telinga bagi aparat di lapangan, terima kasih telah mendukung pemberantasan destructive fishing,” pungkas Antam.

Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengambil langkah tegas terhadap para pelaku destructive fishing. Pada tahun 2020, Ditjen PSDKP KKP telah memproses hukum 107 pelaku destructive fishing. Pada tahun 2021, sampai dengan Triwulan I, 38 pelaku telah diproses hukum.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA