Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
Opini

Masa Depan Terorisme di Indonesia

Indah Pratiwi Budi - 09/04/2021 10:33 Oleh : Islah Bahrawi

Terkait masa depan terorisme, ada kabar baik dan kabar buruk, meski sebagian besar buruk. Ini kabar baiknya: Banyak analis terorisme mengatakan bahwa kelompok formal seperti Al-Qaidah dan ISIS kemungkinan besar tidak akan bertahan lama di masa depan. Bahkan jika mereka bermetamorfosis ke dalam wadah baru, mereka mungkin tidak akan berhasil meluncurkan serangan korban massal yang signifikan seperti 9/11, apalagi menciptakan semacam Armageddon. Sepuluh tahun dari sekarang, jaringan teror konvensional — yang canggih dan terorganisir — kemungkinan besar akan terpinggirkan oleh militer yang agresif, pengumpulan data intelijen yang semakin detil dan pola pencegahan yang lebih komprehensif.

Ini berita buruknya: Aksi terorisme akan datang kepada kita dengan cara kreatif yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Teroris aksi tunggal atau "lone wolf" akan menjadi tren. Tampaknya, teroris yang telah berpengalaman dan kembali ke negara asalnya dari Suriah akan memicu konflik secara lokal. Mereka akan membuat kekacauan berikutnya, seperti halnya mantan Al Qaeda sekembali dari Afghanistan 25 tahun lalu. Namun aksi semacam itu adalah cerminan terorisme yang selama ini kita kenal. Semakin ke depan kita harus siap menghadapi jenis teroris baru. Mereka yang memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk mengobarkan kebencian dan sebagai senjata pemusnah massal.

"Semakin lama dunia akan memasuki era demokratisasi gairah-gairah destruktif. Hal-hal yang harus dilakukan oleh kelompok, kelak akan dilakukan oleh individu," kata Paul Rosenzweig, penulis buku Cyber ??Warfare.

Di masa depan, pertempuran paling kritis berada di dunia maya. Pengawasan berbasis komputer yang menjalankan begitu banyak sistem obyek vital negara memungkinkan akan menjadi target terorisme di dunia maya. Belum lagi soal rekrutmen dan indoktrinasi ideologi. Ini semua berpotensi untuk menjadi neraka.

Pada akhirnya pencegahan dari semua ini kembali kepada kita. Secanggih apapun, terorisme selalu menyasar manusia, baik sebagai korban atau pelaku. Di masa kapanpun, kunci melawan terorisme adalah: seberapa kuat keinginan manusia untuk menjaga rasa kemanusiaan dan kedamaiannya.

 

Sumber : Status Facebook Islah Bahrawi




Berita Lainnya

Paham Radikal di Lembaga Pemerintah

07/05/2021 14:00 - Indah Pratiwi

Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Dengan Uang?

07/05/2021 12:30 - Dewi Sari

Jokowi Amati KPK Takut Pecat Novel Baswedan

06/05/2021 20:15 - Indah Pratiwi Budi

KPK BUKAN CUMA NOVEL BASWEDAN

06/05/2021 19:10 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA