Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Kembali Memanas, 13 Demonstran Antikudeta di Myanmar Tewas Tertembak

Aisyah Isyana - 08/04/2021 13:54

Beritacenter.COM - Para demonstran antikudeta kembali ditembaki oleh pasukan keamanan Myanmar, Rabu (7/4) waktu setempat. Aksi penembakan itu dilaporkan menewaskan sebanyak 13 orang demonstran dan melukai beberapa orang lainnya.

Pasca insiden kudeta di Myanmar sejak 1 Februari lalu, dilaporkan sudah ada lebih dari 580 orang yang tewas dalam kekacauan di periode singkat demokrasi yang dipimpin warga sipil tersebut. Aksi protes dan mogok nasional yang dilakukan warga setempat juga masih berlanjut, meski militer telah menggunakan kekuatannya untuk melakukan perlawanan.

Baca juga :

Dilaporkan media Myanmar, pasukan keamanan kembali melepaskan tembakan ke para pengunjuk rasa di Kota Kale di Barat Laut, Rabu (7/4). Tembakan itu dilepaskan militer kepada para demonstran yang menuntut pengembalian pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi, seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Kamis (8/4/2021).

Laporan seorang penduduk didaerah itu dan outlet berita Myanmar Now, disebutkan ada sebanyak 11 orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka akibat penembakan itu. Tak hanya itu, warga juga melaporkan setidaknya ada 7 ledakan kecil terdengar di Yangon, termausk gedung-gedung pemerintahan, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. Namun, tak ada korban jiwa dan klaim tanggung jawab terkait adanya insiden tersebut.

Terkait insiden itu, Kedutaan Amerika Serikat di Yangon mengaku mendapat laporan tentang bom suara buatan tangan atau kembang api, yang dimaksudkan untuk membuat kebisingan dan kerusakan minimal. Departemen Pemadam menyebut ada kebakaran di Pabrik Garmen JOC milik China di Yangon, Rabu (7/4), namun tak ada korban jiwa dan detail kerugian.

Sementara itu, di wilayah lain di Kota Yangon, para aktivis melakukan aksi bakar bendera China, sebagaiamana menurut gambar yang diposting di Facebook. Hal itu dilakukan lantaran China dipandang mendukung junta militer Myanmar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA