Friday, 16 Apr 2021
Temukan Kami di :
Opini

Presiden Jokowi Tak Bisa Sendirian

Indah Pratiwi - 08/04/2021 10:24 Oleh : Rof Sin

Beberapa hari yg lalu, saya nonton Metro TV dan narasumbernya adalah mantan teroris yg sudah tobat ( saya tdk ingat namanya ), dia bercerita ttg penanganan teroris di Singapura, begini ceritanya :

" Di Singapura teroris yg ditangkap itu akan dipenjara, tetapi keluarga teroris tsb seperti anak dan istrinya ditanggung dan diperhatikan negara, keluarga teroris tsb betul2 kehidupan sehari2nya ditanggung dan dibiayai negara dgn sgt baik. Sang suami yg teroris tsb melihat negara 100% membiayai anak istrinya lalu betul2 tersentuh dan akhirnya bertobat. Dan teroris itu sampai sekarang malah membantu pemerintah Singapura dlm penangan teroris ".

Dinegara kita Indonesia, pelaksanaan deradikalisasi dikoordinasikan oleh : Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ).

Dlm pelaksanaan deradikalisasi, BNPT melibatkan akademisi, praktisi, tokoh agama tokoh masyarakat dan juga melibatan para mantan kombatan yg sudah bertobat. BNPT bekerjasama dgn kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

- BNPT menggunakan 2 langkah dlm penanggulangan terorisme, yaitu Soft Approach ( pencegahan ) dan Hard Approach
( Penindakan ).

- Langkah pencegahan yg ditempuh BNPT antara lain dgn deradikalisasi dan kontraradikalisasi, sedangkan penindakan menggunakan aturan hukum yg berlaku di Indonesia dgn tetap menjunjung HAM.

- Merangkul NU dan Muhammadiyah.

- Dlm melakukan pencegahan BNPT bersinergi dgn lembaga dan kementerian terkait, pemerintah daerah, pimpinan daerah, psikolog sosial dan masyarakat, termasuk kalangan muda penggiat media sosial dan internet utk menjadi duta damai didunia maya.

- BNPT juga memberikan pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi keluarga mantan teroris dan beasiswa bagi anak2nya agar mereka tidak terpinggirkan dan bisa diterima masyarakat sehingga tidak kembali lagi kejaringan lamanya.

Menurut saya deradikalisasi oleh BNPT itu sudah baik, ada banyak yg berhasil dan ada juga yg tidak berhasil, memang masalah ini tdk mudah.

Salah satu program BNPT adalah memberikan pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi keluarga mantan teroris dan beasiswa bagi anak2nya.

Saya disini ingin bertanya kpd semua teman2 :
" Berani nggak menghujat habis2an BNPT karena memberikan pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi keluarga mantan teroris dan beasiswa bagi anak2nya ? Berani nggak habis2an menghujat BNPT, sebagaimana menghujat Presiden Jokowi sewaktu memberi bantuan uang kpd salah seorang istri teroris ?".

Saya mengapresiasi tinggi kpd Polri khususnya Densus 88 yg mana telah bekerja sgt keras dlm memberantas teroris yg mana nyawa taruhannya demi bangsa dan negara Indonesia. Apakah dlm memberantas teroris ini kita bisa bersatu ? Apakah NU dan Muhammadiyah bisa bersatu ? Saya sendiri sampai hari ini tdk pernah ragu dgn NU dlm hal mendukung Pemerintah dlm memberantas teroris, tetapi bagaimana dgn Mdyh ? Saya sendiri melihat sampai hari ini betul2 belum 100% bisa bersatu. Kita ambil contoh terbaru :

Pada 2/4/2021 Densus 88 menggeledah pondok pesantren di Sleman, lalu bagaimana tanggapan NU dan Muhammadiyah ?

- Khatib Syuriah PWNU Jatim KH.Safruddin Syarif sangat mendukung langkah yg dilakukan Densus 88 tsb, " Teroris musuh kita bersama, maka Densus 88 sgt dibutuhkan dan harus kita dukung langkah2nya, karena kalau kita biarkan, Indonesia tdk menutup kemungkinan akan menjadi sarang teroris ".

- Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan : " Penggeledahan pesantren bisa menimbulkan opini bahwa pemberantasan terorisme berarti perang melawan umat islam. Pendekatan militeristik tdk menimbulkan efek jera ".

Jadi antara NU dan Muhammadiyah dlm peryataan ini saja bertolak belakang dan harusnya wajib bersatu utk mendukung Densus 88.

Sampai hari ini saya tidak pernah meragukan NU dan BNPT juga menyatakan bahwa belum pernah ada teroris itu alumni NU.

Presiden Jokowi tidak bisa sendirian dlm masalah memberantas teroris ini, jika seandainya NU dan Muhammadiyah tdk bisa bersatu, maka Presiden Jokowi tdk bebas bergerak dan selama ini secara fakta yg selalu mendukung Presiden Jokowi ini hanyalah NU.

Presiden Jokowi tidak bisa sendirian, semua masyarakat yg baik harus bersatu, semua ormas yg baik harus bersatu, bersatu mendukung Presiden Jokowi utk bertindak tegas dan keras dlm memberantas teroris.

Presiden Jokowi tidak bisa sendirian dan jangan biarkan Presiden Jokowi sendirian, mari bersatu dukung Presiden Jokowi memberantas teroris.

Secara fakta, jika bukan Jokowi Presiden Indonesia, maka sampai hari ini HTI dan FPI tidak akan pernah dibubarkan.

SALAM DAMAI.

Sumber : Status Facebook ROF SIN.




Berita Lainnya

DI ERA JOKOWI, PENJAHAT TIDAK ADA YANG BETAH

16/04/2021 14:25 - Indah Pratiwi

Waspada! FPI Rumah Teroris Asia Tenggara

16/04/2021 13:29 - Indah Pratiwi

Terawan, Vaksin Nusantara dan Jokowi

16/04/2021 13:21 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA