Friday, 16 Apr 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Respon Organisasi HAM Terkait Kesehatan Alexei Navalny yang Memburuk di Penjara Rusia

Pemerintah Rusia menempatkannya dalam situasi kematian pelan-pelan dan berusaha menutupi apa yang terjadi terhadapnya

Aisyah Isyana - 08/04/2021 09:58

Beritacenter.COM - Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, sudah sepekan melakukan aksi mogok makan pasca tuntutan meminta perawatan medis akibat penyakit yang dideritanya. Kuasa hukum Navalny, Olha Mikhailova, menyebut kliennya telah menjalani tes COVID-19 dengan hasil negatif, Rabu (7/4/2021).

Alexei Navalny menuntut perawatan medis dengan dokter kepercayaan, setelah mengeluh sakit akut pada punggung dan kakinya pasca insiden diracun tahun lalu. Hanya saja, otoritas penjara menolak memberikan Navalny akese perawatan kesehatan.

Baca juga :

Menanggapi hal itu, organisasi HAM, Amnesty Internasional menyebut pemerintah sama saja seperti ingin menyiksa dan membunuh Navalny secara perlahan. Amnesty menyebut tokoh oposisi Rusia itu tak hanya menderita rasa sakit, namun juga mengalami gangguan tidur, seperti dilansir Reuters.

"Pemerintah Rusia menempatkannya dalam situasi kematian pelan-pelan dan berusaha menutupi apa yang terjadi terhadapnya," kata Agnes Callamard, Sekretaris Jendral Amnesty International.

"Sudah jelas bahwa otoritas Rusia melanggar hak dasarnya. Kita harus berbuat lebih," imbuhnya. "Mereka sudah pernah berusaha membunuhnya, sekarang mereka menahannya dan menerapkan kondisi serupa penyiksaan."

Pemerintah di Kremlin sejauh ini masih menolak berkomentar terkait kondisi kesehatan Alexei Navalny. Pasalnya, mereka mengklaim hal itu sepenuhnya wewenang otoritas lembaga pemasyarakatan. Pihak lapas juga mengklaim bahwa Navalny sudah mendapat semua perawatan medis yang dibuthkan, terkait keluhan sakitnya.

Disebutkan jika tenaga medis yang hendak mengunjungi Navalny ditolak masuk ke dalam penjara. Salah satu dokter pribadi Navalny, Anastasiya Vasileya, mengaku dipaksa menunggu diluar lapas di Pokrov, sekitar 100 kilometer di timur Moskow.

"Siapa Anda yang ingin melarang doktor merawat manusia yang sekarat?" hardiknya kepada petugas di pintu masuk. Di sana, tim medis dari organisasi independen, Aliansi Doktor Rusia, juga sudah menunggu diizinkan masuk.

Alexei Navalny dilaporkan mengalami sakit punggung dan kelumpuhan kaki serta batuk parah dan damam. Anastasiya menyebut anggota tim medis dan beberapa wartawan ditahan dan ditempatkan di dalam kendaraan narapidana. Sebaliknya, media-media pemerintah justru menggambarkan situasi penahannya ibara sebuah kamp liburan dan hotel.

"Jika dia benar-benar mengidap penyakit, maka perawatannya akan dijamin pada level yang pantas dan sesuai prosedur," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dikutip kantor berita TASS.

"Tentu kami tidak bisa memberikan kondisi khusus bagi satu orang terpidana."




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA