Friday, 30 Jul 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Pasang Harga Tinggi saat Bencana, 3 Pengusaha Bahan Bangunan di NTT Ditangkap

Anas Baidowi - 07/04/2021 20:57 Polda NTT

Beritacenter.COM - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap tiga orang pengusaha bahan bangunan yang diduga memanfaatkan momen bencana alam untuk mendapat keuntungan lebih. Pasalnya, mereka menaikkan harga bangunan saat Kota Kupang hancur berantakan usai diterjang banjir dan badai.

"Pukul 14.00 Wita telah diamankan tiga pelaku usaha yang diduga menaikkan harga bahan bangunan di Kota Kupang. Masing-masing berinisial MM, NA, dan AK," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Johannes Bangun, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp500 Miliar untuk Subsidi Ongkir 'Harbolnas' Lebaran

Johannes menjelaskan, MM diketahui mematok harga paku payung sebesar Rp 45 ribu, padahal sebelumnya hanya dijual Rp 27 ribu. Sedangkan NA menaikkan harga beberapa bahan baku dengan besaran sekitar Rp 20 ribu per barang.

Adapun AK ditangkap karena kedapatan menaikkan harga tripleks dari Rp 78 ribu menjadi Rp 100 ribu.

"Ketiganya diduga melanggar Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Ancaman hukumannya 5 bulan dan denda minimal Rp 5 miliar, maksimal Rp 25 miliar," tegas Johannes.

Ketiga tersangka juga dijerat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. "Pasal 8 dan 9 tentang dilarang menaikkan harga sebelum melakukan obral dengan ancaman dua tahun, denda Rp 500 juta," imbuh Johannes.

Johannes menyampaikan, tindakan tegas terhadap ketiga pelaku usaha ini telah sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Kapolda NTT, Irjen Lotharia Latif.

"Bapak Kapolda menyampaikan, dalam situasi bencana ini, gotong royong, solidaritas semua elemen masyarakat diperlukan. Bukan malah sekelompok orang mencari kesempatan dalam kesempitan," kata Johannes.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA