Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
News

Kapori Cabut Telegram Terkait Larangan Media Tampilkan Arogansi-Kekerasan Aparat

Aisyah Isyana - 06/04/2021 20:17

Beritacenter.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencabut aturan yang melarang media untuk menayangkan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. Pencabutan aturan itu dilakukan berdasarkan masukan dari publik.

Pencabutan aturan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021. Surat Telegram yang turut ditandatangani Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono itu dikeluarkan hari ini, Selasa (6/4/2021).

Baca juga :

"SEHUB DGN REF DI ATAS KMA DISAMPAIKAN KPD KA BAHWA ST KAPOLRI SEBAGAIMANA RED NOMOR EMPAT DI ATAS DINYATAKAN DICABUT/DIBATALKAN TTK," demikian bunyi surat telegram tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono turut membenarkan adanya surat telegram tersebut. "Ya (benar)," kata Argo seperti dilansir CNNIndonesia.

Sementara itu, Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi terkait surat telegram itu. Menurutnya, surat telegram itu sebenarnya dibuat untuk kepentingan internal.

"Lihat STR itu ditujukan kepada kabid humas, itu petunjuk dan arahan dari Mabes ke wilayah. Hanya untuk internal," kata Brigjen Rusdi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA