Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Sita 298 Botol Cairan Silikon Industri Terkait Kasus Filler Payudara di Jakbar

Aisyah Isyana - 06/04/2021 19:17

Beritacenter.COM - Dari kasus malpraktik filer payudara terhadap dua model di Jakarta Barat, polisi mengungkap adanya penjualan cairan silikon industri. Dari kasus ini, polisi menyita sebanyak 298 botol cairan silicon industri.

"Kami mengamankan tersangka ML di mana yang bersangkutan adalah orang yang selalu dihubungi SR untuk menjual cairan tersebut. Sebanyak 298 botol kita amankan," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo dalam konferensi pers, Selasa (6/4/2021).

Baca juga :

Menurutnya, sebanyak 298 botol ini sama dengan 298 liter cairan silikon industri, atau satu liter perbotolnya. Ady mengatakan, jumlah itu disebut dapat digunakan untuk 1 ribu orang.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, polisi menyebut kandungan cairan di dalam filer itu adalah cairan silicon industri. Menurutnya, silicon industri itu berbahaya dipakai untuk kecantikan.

"Setelah kita pengecekan bahwa cairan filler ini adalah cairan silikon industri. Ada beberapa jenis silikon, tapi yang ada di depan kita ini adalah silikon industri. Yang tidak digunakan atau tidak diperbolehkan dalam kesehatan atau kecantikan," ucapnya.

Dalam kasus ini, terdapat dua korban wanita yakni, CT dan WT. Setelah mendapat filer payudara abal-abal itu, kedua korban mengaku merasakan demam hingga mengeluarkan nanah dibagian tubuh yang disuntikan cairan filler.

"Efek dari pada filler tersebut kedua korban ini merasa demam. Badannya tidak enak dan dari payudara bekas suntikan tersebut mengeluarkan cairan nanah," kata Ady.

Kepada polsi, SR mengaku ada belasan orang lain lagi selain CT dan WT yang mendapat jasa filler payudara-nya. Pasca adanya kejadian ini, Ady mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan filler payudara.

"Kami ingin sampaikan ke publik agar lebih berhati-hati. Praktik-praktik ini kami yakini masih ada di luar sana. Tentunya harus jadi suatu kewaspadaan agar lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan," tutur dia.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA