Friday, 16 Apr 2021
Temukan Kami di :
Politik

Respon Kubu Moeldoko Ditertawakan Andi : AD/ART PD 2020 Jadikan SBY 'Dewa'

AD/ART Partai Demokrat 2020, yang menjadikan SBY 'dewa' penguasa tunggal di dalam partai, adalah bertentangan dengan UU Partai Politik yang ditandatangani SBY sendiri saat jadi presiden

Aisyah Isyana - 05/04/2021 20:21

Beritacenter.COM - Kubu Moeldoko merespon Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Andi Mallarangeng, yang menertawakan saran mereka ke SBY agar membuat partai baru. Kubu Moeldoko menyinggung soal AD/ART Demokrat 2020 yang disebut mereka menjadikan SBY 'dewa' atau penguasa tunggal di dalam partai.

"Terkait opsi ketiga Andi yang menawarkan langkah melalui pengadilan, itu adalah tawaran yang menarik dan serius untuk dijalankan. AD/ART Partai Demokrat 2020, yang menjadikan SBY 'dewa' penguasa tunggal di dalam partai, adalah bertentangan dengan UU Partai Politik yang ditandatangani SBY sendiri saat jadi presiden," kata juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, Senin (5/4/2021).

Baca juga :

Selain itu, Rahmad juga menyinggung soal 98 nama pendiri partai Demokrat yang dihilangkan SBY di AD/ART 2020. Kubu Moeldoko memastikan pihaknya akan membongkar semuanya di pengadilan, untuk kemudian disaksikan seluruh masyarakat Indonesia.

"Tak hanya itu. Nama 98 pendiri Partai Demokrat dihilangkan dari sejarah pendirian Partai Demokrat di AD/ART 2020 dan hanya diambil satu pendiri. Ini tentu sangat menarik dibedah di pengadilan dan disaksikan jutaan masyarakat Indonesia dan dunia. Publik juga layak mengetahui bagaimana sesungguhnya konsep demokrasi yang dianut dan yang dipraktikkan SBY," ujarnya.

Rahmad mengatakan, kedepannya publik juga dapat menguji partai Demokrat yang kerap didengungkan SBY sebagai partai bersih, cerdas, dan santun. Dalam hal ini, dia menyebut publik layak untuk tahu apakah SBY adalah pendiri Partai Demokrat atau bukan.

"Publik juga bisa menguji manifesto Partai Demokrat yang katanya bersih, cerdas, dan santun yang selalu didengung-dengung SBY saat kampanye, saat memimpin partai, dan bahkan sampai saat ini. Publik juga layak mengetahui secara terbuka apakah SBY sungguh-sungguh menjadi pendiri Partai Demokrat atau bukan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi PD Andi Mallaranggeng menertawakan kubu Moeldoko yang menyarankan SBY untuk membuat partai baru. Saran itu diberikan kubu Moeldoko agar SBY tak mengambil alih kepemilikan PD dari para pendirinya.

"Ha-ha-ha.... Itu mah lucu. Wong yang sah dan legal adalah Partai Demokrat dengan Ketum AHY," kata Andi Mallarangeng kepada wartawan, Senin (5/4/2021)

Menurutnya, KLB Deli Serdang telah ditolak pengesahannya oleh pemerintah. Dengan begitu, dia menyebut kepengurusan kubu Moeldoko abal-abal. Andi menyebut semua pihak yang turut serta menghadiri acara yang diklaim KLB itu semuanya tidak jelas.

"Kalau KLB Deli Serdang itu sudah jelas ditolak pengesahannya oleh pemerintah karena memang tidak memenuhi syarat dukungan dua pertiga Ketua DPD dan separuh ketua DPC. Jadi memang abal-abal. Ketumnya dan seluruh kepengurusannya tentu juga abal-abal. Yang hadir di KLB abal-abal itu, tidak jelas semuanya. Hanya dipakaikan jaket Demokrat, entah beli di mana," sebutnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA