Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :
Opini

Kanker Ganas Itu Bernama Radikalisme dan Terorisme

Indah Pratiwi - 03/04/2021 10:11 Oleh : Asrof Husin

Awal mula pertama kali radikalisme/terorisme didalam agama islam terjadi pd zaman khalifah ke 4 Sayyidina Ali Bin Abi Thalib. Ali Bin Abi Thalib dibunuh saat keluar dari rumahnya untuk mengimani shalat shubuh namun pd saat itu beliau dibunuh. Yg membunuh Ali Bin Abi Thalib bukan orang Yahudi dan bukan pula orang Nasrani. Pembunuhnya adalah orang islam, yg membunuh Ali Bin Abi Thalib adalah Abdurrahman Bin Muljam. Abdurrahman Bin Muljam adalah seorang yg taat dlm beragama, dia setiap malam sholat tahajud, berpuasa setiap hari dan hafal Al Qur'an. Dia tahu Ali Bin Abi Thalib itu islam, menantu sekaligus saudara sepupu dari Rasulullah SAW, tetapi mengapa tetap dibunuhnya ? Alasannya adalah : Ali Bin Abi Thalib tidak menggunakan hukum yg berasal dari Allah, karena Ali bin Abi Thalib menggunakan hukum berdasarkan hasil pemikiran manusia, karena Ali bin Abi Thalib dlm memutuskan masalah dgn bermusyawarah dulu, jadi Ali bin Abi Thalib adalah seorang kafir dan harus dibunuh,

"Barang siapa yg tidak menjalankan hukum Allah adalah kafir".

Itulah awal radikalisme dan terorisme didalam agama islam, awal kanker ganas didalam tubuh islam yg bernama radikalisme dan terorisme.

Didalam sejarah negara kita Indonesia, salah satu awal radikalisme dan terorisme adalah pemberontakan berdarah ingin mendirikan negara agama berdasarkan syariat islam oleh SM.Kartosoewirjo. Pada 7 Agustus 1949 Kartosoewirjo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia ( NII ), gerakannya dinamakan Darul Islam ( DI ), sedangkan tentaranya disebut Tentara Islam Indonesia ( TII ). 13 tahun Kartosoewirjo berjuang angkat senjata ( 1949-1962 ) dan hasilnya teror dan pembunuhan.

Kartosoewirjo beragama islam yg bercita2 mendirikan negara agama dgn syariat islam. Kartosoewirjo dgn DI/TII nya adalah kanker ganas didalam tubuh islam, kanker ganas yg bernama radikalisme dan terorisme.

Dan kanker ganas ini terus berlanjut, pada orde baru menjadi jadi gerakan bawah tanah, setelah reformasi semua kanker ganas keluar, ada yg bernama JI,HTI, FPI, JAT, JAD, dll dan bom bunuh diripun meledak dimana2, bom bunuh diri, halalkan darah, bunuh kafir adalah perintah yg direstui yg diperintahkan Tuhan untuk mendirikan negara agama dan jika mati maka mati syahid langsung masuk surga.

Secara fakta sama sekali didalam islam tidak ada perintah Tuhan yg seperti itu, mereka semua adalah teroris, dgn ideologi dan tafsir sesat, mereka semua kanker ganas didalam tubuh islam.

Didalam agama saya islam radikalisme dan terorisme telah berumur 1000 tahun lebih, ini fakta dan sekarang ada didepan mata. Saya harus akui secara jujur bahwa didalam agama saya islam ada kanker ganas yg bernama radikalisme dan terorisme, kanker ganas ini seperti JI, HTI, JAD, FPI, dll. Merekalah yg sebenarnya yg merusak islam.

Kanker ganas ini harus serius diobati, melawan kanker ganas ini kita semua yg peduli harus bersatu, jika kanker ganas ini baru stadium satu maka bisa sukses diobati, kanker ganas bersama akarnya akan sukses hilang diberantas, tetapi jika kanker ganas ini terjadi pembiaran, sampai menjadi stadium 4 maka sudah tidak bisa diobati lagi, sudah berakar kuat dan menyebar kemana2 dan hanya menunggu mati.

Contoh kanker ganas stadium 4 adalah negara : Suriah, Afghanistan, Libya, Irak dan Yaman.

SALAM DAMAI.
A.H.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin




Berita Lainnya

Soal Vaksin, Indonesia Terbaik Se Asia Pasifik

10/04/2021 13:30 - Indah Pratiwi Budi

WASPADA...! Ancaman Terorisme di Tengah Pandemi

09/04/2021 13:00 - Indah Pratiwi

Masa Depan Terorisme di Indonesia

09/04/2021 10:33 - Indah Pratiwi Budi

Ciri-Ciri Teroris yang Bekerja di Media Sosial

08/04/2021 16:04 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA