Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Perlu Kajian Mendalam atas Kemiripan Surat Wasiat yang Dibuat Pelaku Terror

Baharuddin Kamal - 01/04/2021 21:10 Mantan Komisioner Kompolnas 2016-2020, Andrea H Poeloengan.

Beritacenter.COM - Belakangan ini publik dibuat bertanya-tanya dengan surat wasiat yang ditinggalkan pelaku penyerangan Mabes Polri, Zakiah Aini (26). Pasalnya, surat wasiat yang ditinggalkan pelaku memiliki pola yang mirip dengan surat wasiat pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Lukman (26).

Terkait hal itu, Mantan Komisioner Kompolnas 2016-2020, Andrea H Poeloengan mengatakan, demi menghindari spekulasi serta pemikiran liar akibat kemiripan pola pesan surat, topik dan narasinya, maka perlu dipandang agar publik dapat terimformasi dan teredukasi, sejatinya mengapa bisa ada kemiripan dari kedua surat tersebut.

"Adanya kemiripan pola pesan surat dan narasinya dalam kedua surat tersebut ada dugaan berasal dari sumber atau kelompok sumber yang sama," kata Andrea, Kamis (1/4/2021).

Dia juga mengatakan, banyak pertanyaan yang dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui mengapa ada kemiripan pada kedua surat tersebut. Misalnya, apakah L dan ZA mempunyai satu sumber rujukan yang sama sehingga dalam tempat terpisah mereka memiliki mentor yang sama yang mengajari atau menginspirasi nya.

"Lalu, apakah ZA mencontek surat wasiat milik L yang sudah terlebih dahulu ada di publik. Kemudian, apakah mungkin ada pihak lain yang membuatkan dan dibawa oleh masing masing," ujarnya.

Dia menuturkan, pengecekan tulisan pada keduanya patut dilakukan untuk meyakini bahwa surat tersebut merupakan tulisannya sendiri atau memang ada pihak lain yang sengaja membuatnya, sehingga ada kemiripan dari surat wasiat tersangka ZA dan L.

"Untuk itulah pelibatan ahli Grafologi Forensik / Grafonomi / Signature & Handwriting Examination, Grafologi Medis, dan Ahli Dokumen Forensik perlu juga dilibatkan," tandasnya.

Selain itu, lanjut Andrea, perlu juga mencari imformasi dengan memperdalam suasana kebathinan keluarga dan gaya komunikasi serta bahasa atau diksi yang biasa digunakan mereka masing masing sehari harinya. Hal yang sama juga diperlukan terhadap “Perr Group”, termasuk dalam kehidupan dalam dan luar kampus selama ia masih kuliah dulu, serta sejarah kehidupan dia sebagai anak baik dari segi pola asuh, interaksi lingkungan maupun hingga trauma masa kecilnya.

Hasil dari semua ini diharapkan bisa dijadikan salah satu rujukan dalam pengembangan Literasi sekaligus Edukasi anti Radikalisme-Terorisme dan pembangunan Ketahanan Keluarga sebagai upaya preventif-pre emptif-kuratif dini, selain Kontra dan De Radikalisasi.

Perlu diketahui, Pesan yang disampaikan Zakiah Aini memiliki pola yang mirip dengan surat wasiat milik Lukman (26), pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Hal tersebut terungkap usai surat wasiat milik Lukman beredar di medsos usai ia dan istrinya melakukan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3). Surat wasiat yang beredar itu dibenarkan polisi sebagai milik pelaku.

"Iya (surat wasiat beredar di media sosial benar milik Lukman)," singkat Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, Selasa (30/3/2021).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA