Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Bamsoet Minta Polisi Turun Tangan Usut Penjualan KTA Palsu Perbakin

Anas Baidowi - 01/04/2021 15:03 Ketua MPR RI sekaligus Dewan Penasehat Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin), Bambang Soesatyo (Bamsoet)

Beritacenter.COM - Ketua MPR RI sekaligus Dewan Penasehat Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin), Bambang Soesatyo atau yang kerap disapa Bamsoet meminta pihak kepolisian untuk turun tangan untuk mengusut penjualan jasa pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Perbakin palsu.

"Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan karena penyalahgunaan KTA palsu tersebut. Apalagi si penjual sampai mematok harga tinggi, antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Tidak semudah itu mendapatkan KTA Perbakin. Setiap KTA Perbakin dikeluarkan sendiri oleh lembaga Perbakin, bukan diperjualbelikan melalui marketplace," kata Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/21).

Baca juga:

Bamsoet lantas menyebut ada tiga tipe KTA Perbakin. Ketiga KTA tersebut yakni KTA Tembak Sasaran (TS) yang diperuntukkan untuk anggota penembak sasaran dengan jenis senapan angin serta atlet penembak senapan angin. Kemudian ada KTA Berburu (B), KTA ini dikhususkan untuk anggota yang sudah mahir menggunakan senjata api laras panjang dalam kegiatan berburu.

Kemudian ada KTA Tembak Reaksi (TR), untuk anggota yang mahir kegiatan tembak reaksi menggunakan senjata api laras pendek maupun panjang.

"Ada perbedaan antara KTA Club Menembak dengan KTA Perbakin. Seseorang yang memiliki KTA Club tidak otomatis menjadikan dirinya sebagai anggota Perbakin. Ada proses panjang yang masih harus dilalui jika ingin mendapatkan KTA Perbakin," ujar Bamsoet.

Pria yang juga sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKSHA) ini juga mengatakan bahwa dalam mendapatkan KTA Perbakin tidaklah mudah, ada proses panjang yang harus dilalui.

"Untuk calon anggota Bidang Tembak Sasaran (TS), yang bersangkutan harus aktif sebagai atlet menembak. Minimal pernah ikut kejuaraan di tingkat provinsi yang ditandai dengan melampirkan hasil pertandingannya. Atau yang bersangkutan merupakan anggota PB Perbakin, Pengprov/Pengkab Pengkot atau Klub dengan melampirkan SK Kepengurusan," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan ada juga pelatihan dasar yang harus diikuti peserta. Jadi orang yang mendapat KTA dapat teruji kemampuannya.

"Berbagai penataran yang harus diikuti oleh calon penerima KTA Perbakin tipe TS, TR, maupun B, tidaklah mudah. Guna memastikan setiap orang yang menerima KTA tersebut telah teruji kemampuan menembak hingga kesiapan mental," tutur Bamsoet.

Sebelumnya, beredar foto kartu anggota shooting club penyerang Mabes Polri atas nama Zakiah Aini (25), di media sosial.

Namun, hal itu ditepis oleh Sekjen Perbakin Firtian Yudit Swandarta. Ia memastikan Zakiah Aini bukanlah anggota Perbakin.

"Nggak ada nama itu, dia bukan anggota Perbakin," ujar Sekjen Perbakin Firtian Yudit Swandarta, Rabu (31/3/2021).

Yudi mengatakan, Zakiah Aini hanya memiliki kartu anggota Basis Shooting Club. Tetapi bukan berarti Zakiah Aini adalah anggota Perbakin.

"Dia hanya punya kartu aja, itu kartu klub, dia Basis Shooting Club kan. Kalau KTA Perbakin itu tulisannya nggak ada 'shooting club', langsung 'PB Perbakin'. Di baliknya itu harus ada tanda tangan saya, ini nggak ada, di situ 'Adit' siapa itu yang tanda tangan," ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA