Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
Politik

Relawan JoMan soal PD Moeldoko Ditolak : AHY Harusnya Malu dan Minta Maaf ke Jokowi

Malu dan harusnya minta maaf. Sudah teriak-teriak ke sana-kemari. Tuduh dan main fitnah akhirnya semua terang benderang ketika pemerintah menyatakan Partai Demokrat versi KLB tidak bisa disahkan

Aisyah Isyana - 01/04/2021 12:47

Beritacenter.COM - Relawan Jokowi Mania (JoMan) angkat bicara soal langkah pemerintah menolak hasil KLB Partai Demokrat kubu Moeldoko. JoMan menyebut Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seharusnya malu dan meminta maaf ke Presiden Jokowi.

"Malu dan harusnya minta maaf. Sudah teriak-teriak ke sana-kemari. Tuduh dan main fitnah akhirnya semua terang benderang ketika pemerintah menyatakan Partai Demokrat versi KLB tidak bisa disahkan," ujar Ketum JoMan Immanuel Ebenezer atau Noel, Kamis (1/4/2021).

Baca juga :

Noel menyebut AHY selaku pimpinan partai harus berani bertanggung jawab atas anak buahnya. Dia menyoroti AHY yang disebutnya beberapa kali menyebut nama Jokowi dalam kisruh KLB Demokrat.

"AHY juga pimpinan partai. Harus berani bertanggung jawab atas mulut comberan dari anak buahnya," jelas Noel.

Kisruh KLB Demokrat, dinilai Noel sebagai upaya pencarian popularitas ala SBY yang sudah tak laku lagi. Noel menilai kisruh itu merupakan konflik internal partai yang di desain meyeret nama Jokowi seolah mengintervensi Partai Demokrat.

"Nyatanya kan tidak. Pemerintah mengambil keputusan berdasar data-data legalitas saja. Tidak ada niat untuk membelah Partai Demokrat. Ini kan konflik internal yang didesain untuk menyeret nama Jokowi. Ujungnya pencitraan ala SBY-lah," ujar Noel.

Sekedar diketahui, Menkumham Yasonna Laoly menyatakan menolak permohonan Moeldoko untuk mengesahkan PD versi KLB. Keputusan itu diambil karena ada persyaratan dokumen yang tak lengkap.

"Dari hasil pemeriksaan dan/atau verifikasi terhadap seluruh kelengkapan dokumen fisik, sebagaimana yang dipersyaratkan masih ada beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi," kata Menkumham Yasonna Laoly saat konferensi pers virtual, Rabu (31/3/2021).

Adapun dokumen yang belum dilengkapi antara lain soal DPC, DPD, hingga surat mandat. Atas pertimbangan itu, pemerintah akhirnya menyatakan menolak permohonan hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang.

"Dengan demikian, pemerintah menyatakan bahwa permohonan hasil kongres luar biasa di Deli Serdang tanggal 5 Maret 2021 ditolak," ujar Yasonna.




Berita Lainnya

Politisasi Agama

08/06/2021 15:22 - Indah Pratiwi

PDIP, Gerindra & Nasdem Diprediksi 3 Besar

05/06/2021 09:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA