Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Waspada ! Pengamat Nilai Penyerangan di Mabes Polri Berpotensi Ditiru Pihak Lain

Baharuddin Kamal - 31/03/2021 20:55

Beritacenter.COM - Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib menyebutkan bahwa aksi penyerangan yang terjadi di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) sore merupakan aksi bunuh diri.

Dia mengatakan, pelaku sudah pasti memahami resiko dari aksinya dengan menyerang kantor pusat kepolisian yang terletak di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

“Pertama ini jelas aksi istishad (bunuh diri) karena otomatis penyerang memahami risikonya ketika dia menyerang Mabes Polri,” ujar Ridwan.

Baca juga :

Dia menerangkan, secara psikologis perempuan yang merupakan terduga teroris tersebut telah siap mati. Pasalnya, dia hanya bermodalkan senjata api ketika menerobos Markas Besar Polisi.

“Apalagi dengan senjata api, maka risiko dia adalah mati. Karena itu kita meyakini, secara psikologis pelaku sudah mempersiapkan diri untuk mati,” tambah Ridwan.

Selain itu, Ridwan juga turut memperingatkan kepada lebih waspada. Karena, aksi penyerangan yang terjadi di Mabes Polri berpotensi ditiru oleh pihak lainnya.

Menurut Ridwan, serangan teroris tersebut bisa terjadi beruntun mengingat aksi penembakan di Mabes Polri hanya berselang tiga hari dari bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Jadi saya kira ini menjadi alarm merah bagi semua institusi, termasuk dalam hal ini Istana Presiden saya kira juga harus segera diantisipasi,” kata Ridwan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA