Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Tanggapi Eksepsi, Jaksa Luruskan Kekeliruan dan Kekesatan Berpikir Habib Rizieq

Aisyah Isyana - 31/03/2021 12:21

Beritacenter.COM - Jaksa meluruskan tudingan Habib Rizieq Shihab terkait dakwaan perkara dugaan penyiaran kabar bohong atau hoax yang berujung keonaran terkait hasil tes swab di RS UMMI yang disebut sebagai fitnah dan tuduhan keji. Jaksa yang menyusun dakwaan itu pun meluruskan kekeliruan dan sesat berpikir Habib Rizieq.

"Izinkan kami untuk meluruskan tentang kekeliruan dan kesesatan berpikir terdakwa dalam menilai dan memahami kebenaran dari pada isi dari suatu dakwaan yang dibaca dan diajukan oleh terdakwa dan penasihat hukum sebagai sesuatu yang dianggap fitnah dan tujuan keji terhadap diri terdakwa," ujar jaksa saat membacakan tanggapan eksepsi di ruang sidang PN Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021).

Baca juga :

Dalam hal ini, jaksa menjelaskan soal perbedaan dakwaan dan fitnah. Jaksa meluruskan soal pengertian dakwaan yang merujuk pada kamus hukum.

"Untuk meluruskan hal tersebut, perlu kami jelaskan tentang apa yang dimaksud dari dakwaan dan apa yang fitnah. Menurut kamus hukum Drs Sudarsono cetakan ke V, Februari 2007 halaman 87 yang dimaksud dakwaan berasal dari kata dakwaan, yang memilik beberapa pengertian antara lain, satu tuduhan, kedua, tuntutan jaksa penuntut umum," ucapnya.

"Ketiga, tuntutan atau gugatan yang diajukan oleh seorang atau orang lain karena haknya telah dilanggar, dirugikan yang umumnya dilakukan di muka sidang," imbuhnya.

Sekedar diketahui, Habib Rizieq didakwa menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab di RS UMMI. Jaksa menilai, tindakan Habib Rizieq berujung menimbulkan keonaran. Alhasil, Habib Rizieq dijerat pasal berlapis

Adapun pasal yang menjerat Habib Rizieq di kasus tes swab di RS UMMI, yakni Pertama primer: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau

Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau

Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA