Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :
Opini

Ketika Rizieq dan Ahok Tukaran Nasib

Indah Pratiwi - 31/03/2021 11:48

Nasib orang siapa yang tahu. Itulah kenapa kita tidak boleh merendahkan orang lain. Apalagi memandangnya sebelah mata.

Karena, bisa saja orang yang kita anggap hina itu kedepannya menjadi orang sukses di negeri ini dan menjadi orang penting. Seperti menjadi presiden, menteri, kepala daerah, ketua partai, dll.

Sudah terbukti kok, banyak orang yang awalnya dianggap rendah, mampu membuktikan kalau dirinya lebih unggul dibandingkan orang yang menghinanya tersebut.

Contohnya saja Ahok yang dulu pernah dianggap hina oleh Rizieq Shihab.

Tentu kita masih ingat kasus yang paling heboh pada 2017 lalu, yakni Rizieq berusaha mati-matian ingin memenjarakan Ahok. Pakek isu segalam macam, terutama agama.

Yang muaranya tidak lain tidak bukan Cagub junjungannya Anies bisa terpilih jadi gubernur DKI.

Bisa dibilang Rizieq kala itu secara terang-terangan memainkan isu SARA. Termasuk para pendukungnya yang mengancam tidak akan menshalatkan jenazah mereka umat Islam yang mendukung Ahok di Pilkada DKI tersebut.

Segitunya ya kelakuan para Kadrun. Brutal banget pokoknya. Gak pakek etika, akhlak, adab dan sopan santun.

Hanya saja, kala itu entah kenapa Bawaslu/Panwaslu gak berani memanggil mereka yang main isu SARA di Pilkada tersebut.

Para pengawas Pemilu itu terkesan dingin dan diam saja.

Pertanyaannya, apakah mereka juga bagian dari pendukung Anies?

Silahkan pembaca Seword nilai sendiri.

Tidak hanya itu saja kebrutalan yang mereka perbuat. Bahkan Rizieq secara terang-terangan mengancam hendak membunuh Ahok jika polisi tidak segera menangkapnya kala itu.

Hingga eks bupati Beltim tersebut benar-benar ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Tekanan dari massa Kadrun pun tidak berhenti sampai di situ. Saat proses persidangan lebih parah lagi.

Mereka seolah mengancam Majelis Hakim, jika memberi vonis yang ringan kepada Ahok maka siap-siap terima resikonya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Laskar FPI kan terkenal suka bawa senjata tajam.

Seperti yang terjadi pada 2012 lalu, yakni 3 orang Laskar FPI ditangkap polisi di depan Pengadilan Negeri Yogyakarta. Mereka dicyduk lantaran membawa senjata tajam saat menghadiri persidangan dengan terdakwa Bambang Teddy, yang notabene ketua FPI Jateng-Yogya terkait kasus penganiayaan.

Begitupun dengan yang terjadi di Cicalengka pada 2020 lalu, polisi berhasil menemukan senjata tajam dan busur panah di sebuah mobil yang berisi rombongan Laskar FPI. Diketahui anggota FPI yang bawa sajam itu hendak berangkat ke Jakarta mengikuti aksi 1812.

Termasuk juga yang terbaru, ditemukan senjata tajam berupak pedang dan badik di mobil pengacara Rizieq, Alamsyah Hanafiah.

Saat ini sopirnya yang dituduh sebagai dalang pembawa senjata tajam itu. Tapi tidak menutup kemungkinan senjata itu bukan milik babu melainkan milik tuannya. Dan kalau senjata tajam itu ternyata milik Alamsyah, siap-siap saja ia mengikuti jejak Fredrich Yunadi serta Anita Kolopaking. Yakni bernasib sama seperti klien. Sama-sama dipenjara.

Jadi, dengan melihat rekam jejak seperti itu, besar kemungkinan hakim takut kepada Laskar FPI. Sehingga meskipun menganggap Ahok tidak bersalah, tetap saja divonis 2 tahun penjara.


Daripada rumah dan anak istrinya diobrak-abrik oleh Kadrun, mending mengikuti saja kehendak mereka. Masalah selesai.

Lantas, pasca Ahok dipenjara apakah Rizieq bahagia?

Tentu bahagia banget. Karena itulah yang ia perjuangkan selama ini siang dan malam.

Belum lagi Anies terpilih sebagai gubernur DKI, tambah lengkap pula kebahagiaannya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa si Rizieq dan Anies ini kan satu rumpun. Jadi suatu kebanggaan ketika orang yang memiliki hubungan kekerabatan erat bisa terpilih menjadi pemimpin ibukota negara tersebut.

Tapi yang namanya kebahagiaan jika didapatkan dengan cara yang tidak baik tentu tidak akan bertahan lama. Dan bisa saja menjadi malapetaka.

Belum juga 1 tahun Rizieq menikmati masa indahnya itu, ada netizen jahil yang mengunggah chat seksnya bersama Firza Husein di internet.

Tidak pelak, aib Imam besar FPI tersebut langsung terbongkar seketika dan menjadi viral di media sosial kala itu.

Tidak hanya itu saja, masyarakat dunia nyata juga turut membicarakannya. Baik itu di warung kopi, di tempat prostitusi, di pasar , di laut, di udara, dll.

Hingga Rizieq memutuskan untuk kabur ke Arab Saudi karena gak kuat menahan malu.

Di negara tempat nenek moyangnya tersebut, bukan berarti dia tenang.

Ia pengangguran di sana. Gak pernah dapat job ngisi ceramah dan demo sama sekali.

Belum lagi ditambah dengan denda overstay yang tidak sedikit karena masa berlaku visa-nya telah habis.

Beruntung masih bisa pulang ke tanah air. Meskipun dengan cara yang tidak terhormat, yakni dideportasi.

Nah setiba di tanah air, ia lagi-lagi bikin ulah. Mencak-mencak bikin kerumunan di dua tempat yang berbeda. Padahal lagi pandemi Covid-19. Kemudian turut terlibat dalam menghalangi-halangi Satgas Covid-19 menjalankan tugasnya.

Tidak pelak, Rizieq pun langsung dicyduk lagi untuk kesekian kalinya pada Desember 2020 lalu.

Saat ini ia sedang menjalani masa persidangan atas 3 kasusnya tersebut.

Rizieq terlihat kalau ia agak stres menghadapi kasusnya itu. Seperti suka marah-marah di hadapan Majelis Hakim dan melakukan aksi diam serta walk out saat proses sidang berlangsung.

Termasuk juga suka menyalahkan orang lain. Padahal dia sendiri yang menyandang status sebagai tersangka.

Dasar gak tahu diri banget. Hehehe

Beberapa orang yang disalahkannya itu adalah Jokowi, Ahok, Bima Arya dan Mahfud MD.

Nah, disaat Rizieq sedang berjibaku dengan masalahnya tersebut, Ahok kini justru lagi duduk manis di kursi Komisaris Pertamina dengan gaji yang tentunya lebih dari cukup.

Sudah kaya tukaran nasib saja nih Tom and Jerry. Hehehe

Dulu Rizieq ngotot banget hendak memenjarakan Ahok. Kini dia yang dipenjarakan oleh alam.

Percaya atau tidak, sedikit banyak hukum karma itu memang benar adanya.

"Siapa yang menanam dia yang menuai hasil," begitu kura-kura.




Berita Lainnya

Soal Vaksin, Indonesia Terbaik Se Asia Pasifik

10/04/2021 13:30 - Indah Pratiwi Budi

WASPADA...! Ancaman Terorisme di Tengah Pandemi

09/04/2021 13:00 - Indah Pratiwi

Masa Depan Terorisme di Indonesia

09/04/2021 10:33 - Indah Pratiwi Budi

Ciri-Ciri Teroris yang Bekerja di Media Sosial

08/04/2021 16:04 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA