Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :

TEGAS TOLAK Jokowi Tiga Periode, Megawati Selamatkan Jokowi Dari Jebakan "Setan Demokrasi"

Indah Pratiwi - 30/03/2021 10:39

Bertacenter.COM - Seiring berjalannya waktu dalam beberapa tahun ini, Negeri yang kita cintai sudah berubah sangat jauh, sudah sangat maju dibandingkan dengan negara - negara dunia lainnya. Mungkin tiga besar di ASEAN. Apalagi kalau ditanya keadaan Indonesia saat ini, tentunya kita sudah tidak perlu minder dan ragu lagi menjawabnya.

Dalam 7 tahun ini Indonesia sudah berubah drastis. Indonesia sudah memiliki MRT, LRT, jalan tol yang sudah terhubung antar kota dan propinsi. Kereta cepat bawah tanah Jakarta - Bandung (masih dalam proses pekerjaan). Stadium megah kelas Internasional. Sirkuit balap taraf dunia. Memiliki pelabuhan dan bandara yang berkelas dunia. Indonesia memiliki kekayaan cagar budaya dan keindahan alam yang berkelas dunia.

Produk - produk kearifan lokal yang semakin mendunia. Kemudian Indonesia sudah produksi pesawat, kapal selam dan juga industri baterai mobil listrik, dan tentunya masih banyak lagi lainnya. Semua yang disebutkan diatas merupakan bukti pencapaian bahwa Indonesia sudah berubah menjadi negara maju. Tentunya perubahan dan terobosan besar ini bisa terealisasikan hanya diera kepemimpinan pemerintahan Presiden Jokowi.

Hal tersebut yang membuat bergulirnya wacana akan memperpanjang masa jabatan presiden Joko Widodo melalui amandemen UUD 1945 tidak hanya dilakalang politik ditingkat masyarakat bawah saja hal tersebut mendapatkan dukunga.

Tapi lain hal dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang menolak masa jabatan Presiden diperpanjang karena menilai ada orang yang sengaja mengembuskan wacana tersebut sebagai pihak yang berambisi.

Penolakan Jokowi menjadi presiden tiga periode yang dilakukan Megawati Soekarno itu sebagai bentuk penyelamatan Presiden Jokowi dari jebakan setan demokrasi, menurut Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab.

"Saya pikir ini bentuk penyelamatan terhadap Presiden Jokowi dari jebakan 'setan' demokrasi. Mungkin Bu Mega menilai 10 tahun sudah ideal bagi siapa saja yang menjadi pemimpin dan tak perlu dilebihkan. Karena yang berlebih itu berbahaya," ucapnya.

Menurut Fadhli, dalam berdemokrasi apapun bisa saja diubah sesuai musyawarah mufakat pemangku kepentingan, termasuk soal amandemen UUD tersebut. Padahal, demokrasi adalah pilihan yang tepat bagi bangsa Indonesia. Tapi, isu tiga periode inilah yang sedang dimainkan 'setan' demokrasi mengembus untuk menjebak Presiden Jokowi.

"Bu Mega mencoba menangkis dan menolak isu yang disebar setan demokrasi. Apakah amandeman tidak boleh? Boleh. Buktinya kita sudah beberapa kali amandemen. Apakah periodeisasi, satu, dua, tiga atau empat tidak boleh? Boleh, negara lain banyak satu periode. Namun, untuk lebih dari 2 periode Bu Mega mungkin punya pandangan lain, terlebih di masa pemerintahan salah satu kader terbaiknya," jelasnya.




Berita Lainnya

Kebencian, Awal Mula Menjadi Teroris

08/04/2021 12:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA