Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Peras ABG Pakai Senjata Korek, Polisi Gadungan di Mampang Beralasan untuk Beli Susu

Aisyah Isyana - 24/03/2021 22:40

Beritacenter.COM - Polisi gadungan yang melakukan penipuan dan pengancaman di Mampang, Jakarta Selatan, dibekuk polisi. Kepada polisi, pelaku bernisial S mengaku nekat menipu korban dengan modus berpura-pura jadi polisi karena himpitan ekonomi. Dia bealasan hal itu dilakukannya demi membeli susu anaknya.

"(Motif) faktor ekonomi, buat beli susu sama 'pampers' anak," ucap pelaku yang dihadirkan dalam jumpa pers di Polsek Metro Mampang Prapatan, Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jaksel, Rabu (24/3/2021).

Baca juga :

Kepada petugas, S mengaku sudah 1 tahun menjalankan aksinya menjadi polisi gadungan. Dia nekat melakukan hal itu karena pekerjaannya sebagai servis handphone terdampak pademi.

"(Saya kerja) servis HP. (Karena) susah, COVID susah," tambahnya.

Dalam menjalankan aksinya menipu korban, pelaku mengaku hanya belajar dari media sosial. S mengaku sama sekali tak memiliki teman anggota dan tidak pernah mendaftar menjadi anggota polisi.

Dikatakan Kapolsek Metro Mampang Prapatan, Kompol M Hari Agung Yulianto, pelaku beraksi dengan membawa korek api berbentuk pistol. Saat beraksi, S kerap mengaku sebagai anggota reserse narkoba dan menyasar para ABG sebagai korbannya.

"Ya, ada kerumunan, dia (pelaku) datang menongolkan senjatanya dulu biar tahu bahwa si calon korban tahunya dia polisi. Setelah itu, di handphone-nya tertulis serse. Kemudian dia (pelaku) bertanya tentang narkoba sehingga satu calon korban diambilnya. Dibawa dia (korban), di situlah pelaku langsung mengeksekusinya," terang Agung.

Karena mengaku sebagai anggota reserse, S tak pernah memakai seragam polisi saat beraksi. "Tidak (pakai seragam). Dia (berpura-pura jadi) serse, jadi seperti yang dipakai anggota kami yang serse (tidak memakai pakaian dinas polisi)," tambahnya.

Tak hanya meringkus pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu replika senjata api, satu motor, satu helm, satu kaus berwarna hitam, satu polo shirt berwarna hijau putih, satu pelat kendaraan bermotor, dan 2 handphone.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara (mea/mea)




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA