Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Laporan Terbaru Unjuk Rasa di Myanmar, 8 Demonstran Tewas Tertembak

Aisyah Isyana - 19/03/2021 19:16

Beritacenter.COM - Aksi penembakan pasukan pengamanan Myanmar kembali memakan korban tewas para demonstran antikudeta. Dilaporkan ada 8 demonstran yang tewas terkena peluru tembakan pasukan keamanan Myanmar yang tersebar diberbagai wilayah aksi unjukrasa.

Guna menekan aksi unjuk rasa yang digelar para pendukung pemimpin de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang dilengserkan dan ditahan sejak kudeta 1 Februari lalu, polisi dan militer Myanmar menggunakan taktik kekerasan, seperti dilansir Reuters, Jumat (19/3/2021).

Baca juga :

Hanya saja, penggunaan taktik kekerasan itu dinilai berlebihan, lantaran mengerahkan peluru tajam. Alhasil, para pasukan keamanan Myanmar yang tak mampu menghentikan aksi protes yang terus berdatangan dari para demostran, melepaskan tembakan ke arah demonstran hingga memakan korban.

Terbaru, dalam aksi unjuk rasa di Kota Aungan, pasukan keamanan Myanmar mengerahkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran. Laporan media lokal dan saksi mata menyebut pasukan keamanan melepaskan tembakan peluru tajam dalam bentrokan, saat berupaya untuk membersihkan barikade yang dipasang para pengunjuk rasa.

"Pasukan keamanan datang untuk memindahkan pembatas tapi orang-orang melawan dan mereka melepaskan tembakan," ujar salah satu saksi mata yang menolak disebut namanya, dari kota Aungban via telepon.

Terpisah, salah seorang pejabat layanan pemakaman Kota Aungban yang juga enggan disebut namanya, mengungkap kepada Reuters jika delapan orang korban tewas tertembak. Tujuh diantaranya tewas di lokasi unjuk rasa, sementara satu lainnya mengalami luka-luka sebelum akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit di Kota Kalaw.

Sejauh ini, juru bicara junta militer Myanmar belum mengomentari laporan jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa pada Jumat (19/3) waktu setempat. Otoritas junta Myanmar menyebut pasukan kemanannya hanya menggunakan kekerasan saat diperlukan. Tentu saja penjelasan itu mendapat cemoohan dari para pengkritik junta.

Sebagaimana laporan terbaru dari kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, total sudah ada 232 orang tewas dalam aksi unjuk rasa selama beberapa pekan terakhir.

Warga lokal setempat menyebutkan para polisi di Kota Yangon memaksa orang-orang untuk membersihkan barikade yang dipasang demonstran. Laporan saksi mata dan media lokal juga menyebut para demosntran kembali beraksi di kota Mandalay, Myingyan dan Katha, serta Myawaddy.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA