Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :
Ekonomi

KKP Salurkan Klaim Asuransi Ratusan Juta Bagi Pembudidaya Terdampak Banjir Indramayu, Ini Tujuannya

Lukman Salasi - 17/03/2021 14:21

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan pembayaran klaim asuransi terhadap 55 orang pembudidaya terdampak banjir di Indramayu dengan total nilai klaim sejumlah Rp425.500.000,- (empat ratus dua puluh lima juta lima ratus ribu rupiah).

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, Slamet Soebjakto, mengatakan dukungan premi asuransi bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada pembudidaya ikan kecil terdampak bencana. Klaim asuransi ini diharapkan akan mempercepat pemulihan usaha budidaya paska bencana banjir, utamanya di Kabupaten Indramayu.

"Asuransi sebagai social security sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. Disamping tentu menjadi bagian tanggungjawab kami untuk selalu hadir di tengah-tengah pembudidaya ikan yang mengalami kerugian ekonomi akibat dampak bencana alam. Salah satu yang disalurkan yakni klaim asuransi pembudidaya kecil di Kabupaten Indramayu dan secepatnya mereka kembali dapat berusaha lagi,” ungkap Slamet, seperti pada keterangannya, di Jakarta (17/3/2021).

Slamet menambahkan Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK) memberikan jaminan atas hilang atau rusaknya sarana pembudidayaan ikan antara lain benih/benur, pakan, pupuk, obat ikan, dan kolam/tambak yang menyebabkan kerugian atau kegagalan pada usaha pembudidayaan ikan.

“Kerugian atau kegagalan usaha yang ditanggung dapat disebabkan oleh beberapa faktor pertama, bencana alam, yaitu kejadian tidak terduga yang disebabkan oleh perubahan kondisi alam antara lain banjir, tanah longsor, erupsi, gempa bumi, tsunami, dan angin topan. Dan kedua, wabah penyakit ikan yaitu kejadian serangan penyakit ikan yang menyerang pada proses usaha budidaya,” jelas Slamet.

Tasirin, Petambak Losaran yang terkena dampak banjir mengaku senang dan berterimakasih atas klaim asuransi yang disalurkan KKP. Ia menuturkan kalau tambak yang dimilikinya gagal panen. Padahal, sebelum terkena banjir, tambaknya akan panen ikan size 5-6 dan udang dengan size 30-40. Kalau mendapatkan hasil kira-kira 8 kuintal untuk bandeng dan 2 kuintal untuk udang, namun gagal panen dikarenakan banjir, maka kurang lebih kerugian mencapai sekitar Rp25 juta untuk ikan dan udang.

“Alhamdulillah dan terima kasih sekali kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah membantu petani tambak untuk klaim asuransi sehingga dapat memberikan keringanan bagi kami petambak kecil dan kami dapat membeli kembali benih ikan dan kami semangat kembali budidaya ikan dan udang,” tuturnya.




Berita Lainnya

KKP-Pemda Banyuwangi Gelar Festival Lobster

06/04/2021 16:09 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA