Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :
Ekonomi

KKP Berhasil Gerakkan Ekonomi Masyarakat Situbondo Lewat Tambak Milenial

Lukman Salasi - 17/03/2021 13:49 Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Millenial Shrimp Farming (MSF) Situbondo, Selasa (16/3/2021).

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan bahwa melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP), Millenial Shrimp Farming (MSF) Situbondo mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di Desa Gundil, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Tambak milenial atau Millenial Shrimp Farming (MSF) Situbondo merupakan program percontohan budidaya udang vaname dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melibatkan kaum milenial.

Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartanto, mengungkapkan target produksi tambak MSF di Situbondo ini sebanyak 1,5 ton per kolam atau 30 ton per hektare per siklus. Nono menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mewujudkan usaha budidaya rakyat dalam bentuk klaster dengan skala ekonomi.

"Minimal 60 unit kolam dengan 60 pembudidaya, dan hal itu diharapkan dapat menjamin peningkatan kesejahteraan pembudidaya dengan pendapatan 5 juta/bulan," jelas Nono saat panen tambak milenial, Selasa (16/3/2021).

Selain itu, BPBAP Situbondo juga membentuk kelembagaan usaha profesional ( corporate farming ) dimana shareholder nya adalah rakyat (pembudidaya), yang tergabung dalam Koperasi, BUMDES dan Swasta Profesional.

Lebih lanjut, Nono menjelaskan bahwa MSF Situbondo berinovasi melalui digitalisasi tambak yang yang meliputi penyediaan CCTV, pengukur kualitas air, automatic feeder serta ruang data.

"Inovasi yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi berbasis industri 4.0, terdapat automatic feeder, water quality monitoring, nanobuble, oksigen murni yang dilengkapi aplikasi budidaya berbasis data (smart farming), " terang Nono.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menegaskan bahwa konsep tambak milenial ini memiliki beberapa keunggulan dengan tetap memperhitungkan keberlanjutan lingkungan dan juga keberlanjutan usaha.

"MSF ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya konstruksi lebih murah kalau dibandingkan dengan tambak konvensional, operasionalnya juga mudah, manajemen risikonya lebih rendah, sudah menerapkan digitalisasi data operasional, dan yang tak kalah penting, memperhitungkan keberlanjutan usaha dan lingkungan. Karena dalam satu klasternya harus memiliki unit pengolahan limbah, kolam tandon dan juga kolam sedimentasi," urai Slamet.




Berita Lainnya

KKP-Pemda Banyuwangi Gelar Festival Lobster

06/04/2021 16:09 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA