Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
Opini

HOROR, JOKOWI MENAKUTKAN !!

Indah Pratiwi Budi - 17/03/2021 13:50 By. Iyyas Subiakto.

FOKUS : Jokowi

22 tahun pasca runtuhnya orba kita tidak merasakan perubahan yg signifikan. 6,5 thn pertama di era Habibie, GUSDUR dan Megawati kita hanya diberi pemanis kembang gula, manis di permukaan, pahit pada dasarnya.

Masa transisi itu sulit dilalui karena sejatinya hanya segelintir orang yg benar² mau berubah dari kemapanan hidup dgn cara siluman, setiap bangun pagi nafas kita hanya diisi oleh barang bersubsidi. Itu yg disebut oleh arwah Soeharto dgn jargon " enak zaman ku tho ".

Beberapa kali kita katakan munculnya SBY adalah sebuah kecelakaan fatal buat Indonesia, bayangkan selain porak poranda masalah pembangunan, dan keuangan, dia juga membiarkan berseminya bibit perpecahan antar anak bangsa dalam kerentanan yg nyata khususnya agama.

Pembiarannya terhadap HTI, FPI yg ber DNA teroris adalah bukti dia tak perduli Indonesia mau jadi apa, yg penting dia HEPI sambil nyanyi. Atau itulah kapasitasnya, sehingga outputnya nyaris menghanguskan Indonesia.

Sampai pada titik masuk ke zona membahayakan SBY hanya prihatin. Untung saja Tuhan berkehendak lain, Jokowi di hadirkan, HTI dan FPI di bubarkan, Indonesia terselamatkan.

Hadirnya Jokowi bak mimpi diujung tidur panjang, tapi begitu tersentak kita terbangun didepan kenyataan, bahwa hasil kerjanya jelas ada di depan mata.

Jokowi benar² bekerja, dan Indonesia seperti mendapat nutrisi dan transfusi darah baru, darah kebenaran.

Ibarat terserang kanker stadium 4, Indonesia nyaris sekarat. Jokowi bak dokter spesialis, dia mengenal anatomi Indonesia, dia sentuh dari Aceh sampai Papua yg masih menyimpan rasa sakit akibat ulah orba, dan SBY yg tak merubah apa² utk bangsa besar ini, malah badannya dia sendiri yg tambah melebar tapi kerjanya hambar.

Jangan biarkan kopimu dingin, bola liar sedang menggelinding. Demokrat adalah kuda jingkrak yg pelananya di perebutkan dua jocky. Kita lihat siapa yg akan bertahan duduk diatasnya, Moeldoko atau AHY, karena yg terjadi disana akan mempengaruhi arah politik Indonesia.

Saat ini ada dua kutub tarik menarik antara rakyat dan para pengkhianat, rakyat mau Jokowi 3 kali, pengkhianat maunya Jokowi berhenti. Lihat saja pancingannya dimana2, PKS, Amin Rais, dan ada juga umpan kepura²an seperti Nasdem. Kenapa mereka melempar isu itu, ya karena mereka mengukur kekuatan dan jago yg akan di pasangkan.

Secara politik benar kalau isu 3 PRIODE di lempar oleh mereka sebagai umpan berharap di tangkap Jokowi kemudian di smash balik. Serangannya bisa macam² bisa dibilang Jokowi tak patuh UU, atau mungkin isu keserakahan kekuasaan akan di hembuskan.

Bertemunya Nasdem dan Golkar adalah bak CLBK, kita tau SP siapa, dan Golkar siapa, serta sosok yg mana yg masih bermain disana, tentunya yg jelas msh ada JK. Politikus tua dan kawakan yg kondisinya sdg di pergunjingkan dgn isu macam² ini tidak akan berhenti sebelum mati.

Jokowi sdh bbrp kali menolak isu itu, dia tdk mau. Manusia yg patuh akan kebenaran ini tidak mau melanggar akhlak politik apalagi memaksakan akhlaknya utk sebuah kekuasaan.

Pertanyaannya kalau Jokowi nggak mau walau jelas figurnya masih sangat diperlukan. Dan itu bukan asal2an, rakyatlah yg memintanya, jd pak Jokowi tdk harus merasa di jerumuskan, bagaimana kalau kelak hasil kerjanya dihancurkan para buaya yg kelaparan karena selama Jokowi memimpin mereka susah menelan tangkapan yg selama ini mereka santap beramai².

Mereka menyantap APBN, APBD, SDA, BBM, IKAN DILAUT, dst. Apa tidak sia² jerih payah membangun jatuh bangun selama 10 tahun mau diserahkan ke penyamun yg sudah lama manyun.

Bagaimana Jokowi punya perasaan di jerumuskan, ada 86 jt suara yg memilihnya, dan saat ini dgn kepuasan kepemimpinannya bisa lebih dari 100jt yg pasti mendukungnya, insyaallah.

Tapi ini bukan lagi soal dukung dan tidak mendukung. Ini masalahnya ada pada Jokowi yg sudah bbrp kali menolak di calonkan lagi.
Pertanyaanya dan lagi² pertanyaan, siapa yg akan menggantikan.

Kita tidak ada harapan kalau menunggu partai yg mengusung , apalagi dari calon yg digadang²kan apa yg bisa kita harap dari mereka, belum lagi sebagian dari mereka msh ber DNA orba dan harum Cendana.

Tapi apa mau dikata kalau Jokowi tak bersedia, kita tunggu signal Jokowi dan bgmn Demokrat di sikat. Disana ada Moeldoko, ada juga Gibran sebagai kuda hitam tapi memberi harapan.

Indonesia diujung masa transisi, sayang kalau pondasi yg di bangun ulang Jokowi di estafet kan kepada pencuri. Kita bakal gigit jari dan mereka menari lagi.

DUH GUSTI, NGERI KAMI MENATAP MASA DEPAN NEGERI INI SEPENINGGAL JOKOWI, TAPI KAMI YAKIN TUHAN AKAN MEMBUKA HATINYA, AGAR DIA TAK PERGI BEGITU SAJA SEBELUM MENYIAPKAN PENGGANTINYA. SEMOGA KESATRIAANNYA TERUS ADA UNTUK INDONESIA.

DIA DI SEGANI DUNIA, DI CINTAI RAKYATNYA DAN DI TAKUTI LAWAN²NYA.

 




Berita Lainnya

Niat Sholat Idul Fitri dan Tata Caranya

12/05/2021 15:45 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA