Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :
Ekonomi

KKP Latih Masyarakat Kalimantan Utara Optimalkan Hasil Budidaya Ikan Lele

Lukman Salasi - 16/03/2021 11:35

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BP3) Bitung memberikan pelatihan pengolahan ikan lele bagi 60 pembudidaya, pengolah, dan pemasar ikan di Kota Tarakan dan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara pada 15-16 Maret 2021.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslaltuh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyebut, lele tengah digemari oleh masyarakat sehingga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai usaha olahan. Meskipun begitu, sebagian masyarakat masih enggan mengonsumsinya karena lele yang distigmakan identik dengan budidaya yang kurang higienis.

“Oleh karena itu, kami akan memberikan materi multi dari Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) sebelum kemudian diolah. Bagaimana memberikan pakan lele tidak dengan ayam tiren dan sebagainya. Sanitasi dan higienitas itu menjadi satu hal yang harus dipastikan dalam mengolah lele supaya cita rasanya berbeda dan tidak mengurangi gizinya,” ungkap Lilly.

Untuk itu, dalam kesempatan kali ini para peserta dibekali dengan berbagai materi yang mendukung. Beberapa di antaranya yaitu penerapan prinsip sanitasi dan higienitas dalam proses pengolahan serta penanganan ikan dengan teknik yang baik dan benar untuk mempertahankan mutu ikan.

“Menariknya, bapak/ibu juga dibekali dengan materi cara membuat diversifikasi olahan ikan lele berupa abon dan keripik lele dengan zero waste. Selain itu, tentu kita juga akan lengkapi dengan cara mengemas produk hasil perikanan dengan teknik yang benar hingga bagaimana cara menganalisa usahanya,” lengkap Lilly.

Ditemui secara terpisah, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja menjelaskan, wilayah Malinau dan Tarakan sangat potensial bagi usaha budidaya maupun pengolahan ikan air tawar karena dikelilingi oleh begitu banyak sungai-sungai besar.

“Potensi perikanannya ini besar sekali,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pengembangan budidaya dan pengolahan lele ini sejalan dengan salah satu program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk mengembangkan kampung-kampung perikanan budidaya, termasuk kampung lele.

“Kita ingin memastikan bahwa lele ini bisa terus tersedia dari hulu ke hilir. Jadi kalau nanti masyarakat Tarakan dan Malinau sudah suka makan olahan ikan lele, tentunya kita harus pastikan bahwa bakan baku ikannya akan terus ada. Harus kita pastikan bahwa induk-induk dan benih-benih unggul terus tersedia untuk dibudidayakan maupun diolah,” jelasnya.

Adapun Kepala Dinas Perikanan Kota Tarakan menyambut baik kegiatan ini. Ia menyebut, pengembangan budidaya dan pengolahan perikanan sejalan dengan visi misi daerahnya untuk mendukung ekonomi lokal, utamanya usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 5.500 KBLI UMKM yang 3.000 usaha di antaranya bergerak di sektor pengolahan berbagai komoditas olahan ikan. Salah satunya yaitu bandeng cabut duri yang menjadi produk unggulan dan telah menembus pasar ekspor.

“Kegiatan hari ini diharapkan bisa kontinu. Tidak saja pada produk lele tapi juga produk perikanan lainnya. Masyarakat memang masih sangat perlu menerima pelatihan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, KKP melalui Puslatluh KP tengah terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan SDM dalam rangka mendukung program prioritas Menteri Trenggono. Kedepan, KKP akan terus meningkatkan ragam pelatihan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.




Berita Lainnya

KKP-Pemda Banyuwangi Gelar Festival Lobster

06/04/2021 16:09 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA