Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

DPRD DKI Sebut Program Rumah DP Rp 0 Adalah Kebohongan Publik

Baharuddin Kamal - 16/03/2021 08:45 Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono.

Beritacenter.COM - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta angkat bicara terkait Batas penghasilan tertinggi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam syarat program Rumah DP Rp 0 naik dari semula Rp 7 juta menjadi 14 juta. Menurutnya, hal tersebut hanyalah kebohongan publik.

"Itu namanya pembohongan publik. Program ini awalnya untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki hunian yang layak, namun dalam kenyataan, ada persyaratan yang harus dipenuhi pemohon, yakni penghasilan Rp 7 juta ke atas," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

"Berarti program DP 0 rupiah bukan untuk warga MBR, apalagi kalau saat ini syarat itu dinaikkan menjadi Rp 14 juta," imbuhnya.

Gembong mempertanyakan posisi keberpihakan Pemprov DKI Jakarta. Apalagi, untuk mendapatkan rumah tersebut pemohon harus mempunyai penghasilan sebesar Rp 14 juta. "Ini program untuk siapa? Lalu di mana keberpihakannya kepada warga MBR?" tanya Gembong.

Gembong menyebut naiknya batas penghasilan MBR untuk program Rumah DP Rp 0 tak pernah dibahas di DPRD DKI. Menurut Gembong, tak ada warga kelas bawah dengan penghasilan Rp 14 juta.

"Nggak (pernah dibahas di DPRD). Itu domain BUMD penerima penugasan," imbuhnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA