Monday, 10 May 2021
Temukan Kami di :
Opini

Amien Rais Makin Stress Jika Jokowi Tiga Periode

Indah Pratiwi Budi - 15/03/2021 11:40 Oleh : Agung Wibawanto

FOKUS : Jokowi

Setelah bertemu singkat dengan Jokowi beberapa waktu kemarin, Amien Rais (AR) kembali membuat manuver menggerakkan opini untuk "menjatuhkan" presiden. Seperti tidak bosan-bosannya. AR yang mengingatkan soal neraka jahanam, setelah berkali-kali gagal menaklukkan Jokowi melalui beragam isu, kini menggoreng-goreng isu "tiga periode".

Sepertinya dapat dimaklumi jika dia blingsatan apabila isu yang digaungkan rakyat itu bergulir dan menjadi kenyataan. Masa dua periode saja sudah membuat hidupnya merasa tidak tenang, tidur tidak nyaman dan makan tidak kenyang. Secara gamblang, di era Jokowi, AR yang dahulu begitu disegani sebagai tokoh politik, namun kini menjadi gelandangan politik yang tidak miliki kekuatan apapun.

Suaranya, selain kerap mengeluarkan bau tidak sedap juga sudah tidak didengar. Bahkan partai yang didirikannya, PAN, sudah jauh meninggalkannya. Dengan sisa-sisa umur yang sepertinya tidak akan lama lagi, bukan diisi dengan amal perbuatan yang baik namun justru membuka pintu neraka jahanam untuk dirinya sendiri.

Mungkin tidak heran jika ahli neraka jahanam akan masuk ke neraka jahanam. Jalan terang menuju ke sana diretasnya dengan ucapan, fitnahan dan ujaran kebencian yang tidak kunjung habis ditujukan kepada Jokowi. AR menebar berita tidak benar jika Jokowi memang berkehendak melanggengkan kekuasaan satu periode lagi.

Ia merangkai karangan-karangan yang menyesatkan untuk memperkuat fitnahannya. Ia katakan Jokowi tengah merancang manuver penguasaan kepada seluruh lembaga negara yang ada berada di tangannya. Manuver tersebut kata AR, salah satunya terlihat dari keinginan pemerintah menghapus prinsip-prinsip dasar negara yang terkandung dalam Pancasila.

Namun, yang lebih katanya, keinginan pemerintah itu juga didukung oleh kekuatan politik dan keuangan yang besar. "Saya meminta saudara sekalian pada anggota DPR, MPR, DPD, lembga tinggi negara yang lain, akankah kita biarkan, plotting rezim sekarang ini? Akan memaksa masuknya pasal supaya bisa dipilih ketiga kalinya itu? Ini dugaan saya, bisa keliru."

Setelah menabur bau busuk dari mulutnya, belum apa-apa dengan entengnya dia mengatakan, "Kalau keliru saya minta maaf," kata AR lewat akun YouTube pribadinya, Sabtu (13/3) malam. Ia memang sangat berharap agar semua ucapannya dapat menggerakkan kelompok-kelompok oposisi dan anti Jokowi untuk menjatuhkan Jokowi. Namun jika lagi-lagi gagal, ia tidak akan terbebani, toh sudah minta maaf di awal?

Gaya-gaya seperti itu memang sudah menjadi ciri dan cara AR dalam berpolitik melawan Jokowi. Seolah bak ulama yang baik bicara yang berdasar kepada ajaran Islam, namun apa yang disampaikannya adalah hal-hal buruk, membenci, ghibah dan fitnah yang selalu memakan bangkai saudaranya sendiri. Saya kira tidak ada sebutan yang tepat untuknya kecuali, manusia munafik.

"Jadi saudara sekalian, it's now or never itu maksud saya. Bukan hari ini atau bulan depan ya, masih ada waktu ya, bagaimana kita tekan Pak Jokowi," imbuhnya. Perlu dipahami bahwa isu "tiga periode'" merupakan usulan dari masyarakat yang memang merasakan manfaat dan keberhasilan Jokowi dalam membangun dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu rakyat berkehendak dan mengusulkan agar Jokowi dapat memimpin sebagai presiden Indonesia satu periode lagi (bahkan banyak yang menginginkan seumur hidup). Usulan tersebut bukan perkara mudah karena harus mengubah konstitusi. Dan tentu saja harus dipikirkan bahwa jika memang mengubah konstitusi maka itu berlaku seterusnya, tidak hanya untuk kepentingan Jokowi semata.

Hal ini jauh-jauh hari sudah dijawab tegas Presiden Jokowi, bahwa usulan Presiden Tiga Periode hanya akan menampar dirinya sendiri (2/12/2019). Selain memang ia tidak berkehendak mencari-cari kekuasaan, juga sadar bahwa konstitusi saat ini mengatur masa jabatan presiden hanya dua periode. Ia tidak ingin menabrak konstitusi dan lebih parah lagi dianggap haus kekuasaan.

Jadi, dugaan atau tepatnya hasutan AR di atas sangatlah tidak mendasar jika Jokowi membuat manuver itu. Sekali lagi, isu Presiden Tiga Periode adalah usulan dan kehendak rakyat. Jika rakyat mayoritas sudah berkeinginan, mau bilang apa? Bukankah dalam konstitusi disebutkan bahwa "Kedaulatan ada di tangan rakyat"? Rakyat yang berkehendak rakyat yang berdaulat.

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto




Berita Lainnya

Niat Jahat FPI dan PA 212 Terkuak Satu Persatu

10/05/2021 08:10 - Indah Pratiwi Budi

Kisruh antara Bobby dan Edy di Sumut

08/05/2021 15:15 - Indah Pratiwi

Cerita Professor Ngambekan

08/05/2021 14:15 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA